Manchester City belum menyerah. Pada menit ke-75, Haaland kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan umpan Ayyoub Bouaddi. Gol keduanya mengubah kedudukan menjadi 2-4 dan memberi tuan rumah harapan untuk memperkecil jarak lebih jauh.
Meski demikian, PSG mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan selesai. Manchester City terus berusaha menambah gol, tetapi tidak berhasil membalikkan hasil akhir.
Baca Juga: Ini Dia! Berikut 5 Contoh Soal Esai UAS PKN Kelas 12 Semester Ganjil Beserta Kunci Jawaban
Pertandingan ini juga menarik perhatian karena kehadiran Pep Guardiola di Stadion Etihad. Mantan pelatih Manchester City tersebut kembali menyaksikan pertandingan di markas klub setelah meninggalkan jabatannya pada akhir musim sebelumnya.
Kembalinya Guardiola menambah cerita di balik duel dua klub besar Eropa tersebut. Di lapangan, Manchester City kini berada di bawah arahan Enzo Maresca, sedangkan PSG terus berusaha mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Kekalahan ini menjadi hasil mengecewakan bagi City, terutama setelah mereka kebobolan tiga kali sebelum turun minum. Sementara itu, PSG memperoleh kemenangan tandang penting dan memperlihatkan kemampuan untuk menghadapi tekanan di stadion lawan.
Kemenangan 4-2 membuat PSG membawa pulang tiga poin dari Etihad dalam pertandingan fase liga Liga Champions 2026/2027. Hasil ini memperkuat posisi mereka dalam persaingan menuju fase gugur.
Bagi PSG, kunci kemenangan terletak pada efektivitas serangan di babak pertama. Tiga gol yang tercipta dalam 32 menit pertama membuat mereka memiliki keunggulan besar untuk dipertahankan setelah jeda.
Manchester City, di sisi lain, menunjukkan semangat bangkit lewat dua gol Haaland. Akan tetapi, perbaikan permainan pada babak kedua tidak cukup untuk menutup kerugian akibat buruknya pertahanan pada awal pertandingan.
Hasil ini menjadi pengingat bahwa menghadapi tim sekelas PSG, kehilangan konsentrasi dalam beberapa menit saja dapat berdampak besar. City perlu memperbaiki organisasi pertahanan dan menjaga kestabilan permainan sejak awal jika ingin kembali meraih hasil positif.
Bagi PSG, kemenangan di Etihad menjadi bukti bahwa permainan agresif dan penyelesaian peluang yang efektif bisa menjadi pembeda dalam pertandingan besar Liga Champions.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir