Keluarga
Hilmi An Naufal

Psikolog Ingatkan Keluarga Jangan Buru-Buru Menghakimi, Kehadiran Bisa Membantu Pemulihan Kesehatan Mental

Psikolog Ingatkan Keluarga Jangan Buru-Buru Menghakimi, Kehadiran Bisa Membantu Pemulihan Kesehatan Mental

11 Oktober 2026 | 07:32

KebonCinta.com — Ketika anggota keluarga sedang mengalami tekanan psikologis, respons pertama orang-orang terdekat dapat memberikan pengaruh besar.

Psikolog anak, remaja dan keluarga Efnie Indrianie mengingatkan bahwa keluarga tidak harus selalu mempunyai jawaban untuk setiap persoalan.

“Kehadiran yang menenangkan justru jauh lebih bermakna,” ujar Efnie.

Ia kemudian menjelaskan dukungan tidak selalu berarti langsung memberikan nasihat atau memaksa seseorang menemukan solusi.

Pada kondisi tertentu, orang yang sedang mengalami tekanan justru lebih membutuhkan rasa aman.

Tekanan psikologis yang berlangsung lama dapat memengaruhi kemampuan seseorang mengelola emosi dan berpikir jernih.

Aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi terasa lebih berat.

Kondisi setiap orang tentu berbeda.

Karena itu, keluarga sebaiknya tidak langsung membuat diagnosis hanya berdasarkan perubahan perilaku tertentu.

Namun perubahan yang cukup jelas tetap dapat menjadi alasan untuk memberikan perhatian.

Misalnya seseorang menjadi lebih banyak diam, menjauh dari lingkungan atau kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.

Saat melihat perubahan tersebut, keluarga tidak harus melakukan interogasi.

Percakapan dapat dimulai dengan cara sederhana dan tidak menghakimi.

Baca Juga: AI Mulai Geser Pekerjaan Kantoran, Gen Z Kini Incar Profesi Zaman Dulu dengan Gaji Fantastis 

Seseorang dapat mengatakan bahwa dirinya siap mendengarkan apabila anggota keluarga tersebut suatu saat ingin bercerita.

Cara seperti ini dapat memberikan ruang tanpa memberikan tekanan.

Orang yang belum mau bercerita mungkin mempunyai banyak alasan.

Mereka dapat merasa malu, takut dianggap merepotkan atau khawatir tidak dipahami.

Ada pula orang yang sebenarnya belum mampu menjelaskan emosi yang sedang dirasakan.

Karena itu, rasa aman dan kepercayaan membutuhkan waktu.

Dukungan juga dapat diberikan melalui aktivitas sederhana.

Menemani makan, berjalan bersama, membantu pekerjaan sehari-hari atau sekadar berada di dekat seseorang dapat memiliki arti.

Keluarga tidak perlu memosisikan diri sebagai psikolog atau terapis.

Pendampingan profesional tetap mempunyai tempat ketika masalah kesehatan mental mulai mengganggu fungsi sehari-hari atau terasa berat.

Keluarga justru dapat membantu dengan mendukung seseorang untuk mencari pertolongan profesional apabila dibutuhkan.

Salah satu hal penting adalah menghindari komentar yang meremehkan.

Ungkapan seperti menyuruh seseorang sekadar berpikir positif belum tentu membantu ketika dirinya sedang menghadapi tekanan serius.

Membandingkan masalah dengan kehidupan orang lain juga dapat membuat seseorang merasa tidak dipahami.

Lingkungan keluarga yang suportif bukan berarti tidak pernah mempunyai konflik.

Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan komunikasi yang memungkinkan anggota keluarga merasa aman ketika sedang mengalami kesulitan.

Kesehatan mental juga sebaiknya dipandang seperti aspek kesehatan lainnya.

Mencari bantuan bukanlah sesuatu yang perlu dipermalukan.

Semakin cepat seseorang mendapatkan dukungan yang sesuai, semakin besar kesempatan persoalan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih berat.

Peran keluarga pada akhirnya bukan menyelesaikan seluruh masalah seseorang.

Keluarga dapat menjadi tempat pertama untuk merasa diterima, didengarkan dan tidak sendirian.

Tags:
Kesehatan Mental Keluarga Psikologi Remaja Parenting Dukungan Keluarga Kesehatan

Komentar Pengguna