Dengan demikian, rangkaian puasa Ayyamul Bidh meliputi niat, sahur yang dianjurkan, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dan berbuka setelah matahari terbenam.
Puasa Ayyamul Bidh pada umumnya dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Karena kalender Hijriah mengikuti peredaran bulan, tanggal pelaksanaannya tidak selalu bertepatan dengan tanggal yang sama dalam kalender Masehi.
Oleh karena itu, umat Islam perlu memeriksa kalender Hijriah yang berlaku atau mengikuti pengumuman otoritas keagamaan setempat untuk mengetahui tanggal pelaksanaannya.
Ada ketentuan khusus yang perlu diperhatikan pada bulan Dzulhijjah. Tanggal 13 Dzulhijjah termasuk hari Tasyrik, yaitu hari yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa.
Dalam sebagian penjelasan ulama mazhab Syafi'i, tanggal 16 Dzulhijjah disebut sebagai pengganti tanggal 13 untuk melengkapi pelaksanaan puasa tiga hari tersebut. Dengan demikian, pelaksanaannya dapat dilakukan pada tanggal 14, 15, dan 16 Dzulhijjah menurut pendapat tersebut.
Namun, terdapat pembahasan fikih mengenai cara mempertahankan kesunnahan puasa tiga hari pada bulan Dzulhijjah. Karena itu, ketentuan penggantian tanggal tersebut sebaiknya dipahami sesuai pendapat ulama yang dijadikan rujukan.
Salah satu keutamaan puasa Ayyamul Bidh adalah besarnya pahala yang dijanjikan bagi orang yang melaksanakan puasa tiga hari setiap bulan.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, terdapat penjelasan tentang anjuran berpuasa tiga hari setiap bulan. Dalam riwayat lain, puasa tiga hari tersebut dijelaskan memiliki nilai seperti puasa sepanjang tahun karena setiap kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.
Selain keutamaan pahala, kebiasaan berpuasa secara rutin juga dapat menjadi sarana melatih kedisiplinan, kesabaran, dan pengendalian diri. Ibadah ini mengajak seseorang untuk mengatur waktu, menjaga perilaku, serta lebih memperhatikan hubungannya dengan Allah SWT.
Meski termasuk ibadah sunnah, puasa Ayyamul Bidh patut dipertimbangkan sebagai amalan rutin bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya.
Baca Juga: 6 Cara agar Tidak Mudah Mengantuk di Kelas, Belajar Jadi Lebih Fokus dan Menyenangkan
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Hijriah, umumnya tanggal 13, 14, dan 15. Pelaksanaannya mencakup niat, sahur yang dianjurkan, menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dan menyegerakan berbuka ketika Maghrib.
Dengan memahami tata cara dan ketentuan waktunya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini secara lebih tertib dan sesuai tuntunan. Konsistensi dalam beribadah juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesabaran, kedisiplinan, serta kedekatan kepada Allah SWT.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir