Gaya Hidup
Al Fina

Punya Banyak Baju tetapi Jarang Dipakai? Metode Friend Stylist Bisa Bantu Kamu Belanja Lebih Bijak

Punya Banyak Baju tetapi Jarang Dipakai? Metode Friend Stylist Bisa Bantu Kamu Belanja Lebih Bijak

22 Oktober 2026 | 10:41

KebonCinta.com - Memiliki banyak pakaian tidak selalu membuat seseorang lebih mudah menentukan busana untuk aktivitas sehari-hari. Tak sedikit orang yang justru merasa kebingungan ketika membuka lemari karena terlalu banyak pilihan, sementara beberapa pakaian hanya tersimpan tanpa pernah digunakan.

Kondisi ini dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kebiasaan berpakaian sekaligus pola belanja. Salah satu pendekatan yang bisa dicoba adalah metode friend stylist, yaitu meminta bantuan teman untuk meninjau koleksi pakaian dan menentukan item yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Metode ini tidak hanya berfokus pada merapikan lemari, tetapi juga membantu seseorang memahami pakaian yang paling sering digunakan, mengenali kebutuhan yang belum terpenuhi, dan menghindari pembelian barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Lalu, bagaimana metode friend stylist dapat membantu membangun kebiasaan berpakaian dan berbelanja yang lebih bijak?

Baca Juga: Sering Cemas Menjelang Gajian? Karjimut Perlu Ubah 8 Kebiasaan Keuangan Ini agar Lebih Tenang 

1. Mengenali Pakaian yang Benar-Benar Dibutuhkan

Saat memilah pakaian bersama teman, kamu dapat mulai dengan mengamati item yang paling sering digunakan dalam rutinitas sehari-hari.

Misalnya, kamu lebih sering mengenakan kemeja sederhana, celana berbahan nyaman, dan sepatu yang cocok untuk berbagai kegiatan. Sementara itu, beberapa pakaian dengan model khusus mungkin hanya digunakan sesekali.

Dari situ, kamu bisa mengenali pola berpakaian yang paling sesuai dengan aktivitas harian. Informasi ini membantu menentukan pakaian mana yang perlu dipertahankan dan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Dengan memahami kebutuhan terlebih dahulu, kamu tidak harus mengikuti setiap tren atau membeli pakaian hanya karena sedang populer.

2. Meminta Pendapat Teman untuk Menghindari Pembelian yang Tidak Perlu

Belanja pakaian sering kali dipengaruhi oleh diskon, tren, atau keinginan mencoba gaya baru. Dalam beberapa situasi, keputusan pembelian dapat terjadi tanpa mempertimbangkan apakah pakaian tersebut cocok dengan koleksi yang sudah dimiliki.

Melalui metode friend stylist, kamu bisa mendiskusikan alasan membeli pakaian tertentu dan melihat apakah item tersebut benar-benar akan digunakan.

Teman dapat membantu menunjukkan bahwa pakaian baru yang menarik belum tentu menjadi pilihan yang praktis. Mereka juga bisa menyarankan kombinasi berbeda dari pakaian yang sudah tersedia.

Meski demikian, pendapat teman bukan satu-satunya patokan. Pilih pakaian berdasarkan kenyamanan, kebutuhan, dan preferensi pribadi, bukan sekadar mengikuti penilaian orang lain.

3. Mengevaluasi Kebiasaan Belanja dari Isi Lemari

Isi lemari dapat memberikan gambaran mengenai pola konsumsi pakaian. Tumpukan pakaian yang masih memiliki label, item dengan model serupa, atau barang yang jarang digunakan bisa menjadi bahan evaluasi.

Cobalah mengingat alasan membeli setiap pakaian yang akhirnya jarang dikenakan. Apakah karena tergoda diskon, mengikuti tren, atau merasa harus memiliki barang tersebut?

Jawaban atas pertanyaan itu dapat membantu mengenali pemicu belanja yang kurang terencana.

Sebagai langkah berikutnya, buat daftar kebutuhan sebelum berbelanja. Periksa terlebih dahulu apakah item yang diinginkan sudah tersedia dalam koleksi pakaianmu dan apakah ada cara untuk memadukannya dengan pakaian lain.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi pembelian yang tidak diperlukan.

4. Mengutamakan Memakai Kembali Sebelum Membeli Baru

Setelah lemari selesai dipilah, cobalah membuat kombinasi pakaian dari item yang sudah dimiliki. Kamu bisa meminta teman membantu menemukan padu padan yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Sebagai contoh, kemeja yang biasanya digunakan untuk acara formal mungkin bisa dipadukan dengan celana kasual untuk kegiatan santai. Jaket lama juga dapat memberikan tampilan berbeda ketika dipadukan dengan pakaian yang tepat.

Eksperimen seperti ini membantu memaksimalkan fungsi pakaian tanpa harus mengeluarkan uang untuk koleksi baru.

Selain menghemat pengeluaran, memperpanjang masa penggunaan pakaian juga dapat mendukung pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab karena mengurangi kebutuhan untuk terus membeli barang pengganti.

5. Menentukan Nasib Pakaian yang Sudah Tidak Digunakan

Tidak semua pakaian yang jarang dikenakan harus langsung dibuang. Ada beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan sesuai kondisi barang.

Pakaian yang masih bagus dan layak pakai bisa didonasikan atau dijual kembali.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
tips mengatur lemari baju Metode friend stylist belanja baju

Komentar Pengguna