Khazanah
Hilmi An Naufal

Santri di Blitar Adu Kreativitas dalam Kompetisi Robotika dan AI Jelang Hari Santri 2026

Santri di Blitar Adu Kreativitas dalam Kompetisi Robotika dan AI Jelang Hari Santri 2026

19 Oktober 2026 | 21:56

KebonCinta.com — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan dan robotika semakin mendapat perhatian di lingkungan pondok pesantren.

Menjelang peringatan Hari Santri Nasional 2026, sejumlah santri mengikuti kompetisi robotika dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang diselenggarakan di Blitar, Jawa Timur.

Kegiatan bertajuk Santri Robotic and AI Competition tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Ajang ini diikuti peserta tingkat ibtidaiyah atau setara sekolah dasar serta tsanawiyah atau setara sekolah menengah pertama dari sejumlah pesantren.

Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.

SANTRI BELAJAR MERAKIT DAN MENGENDALIKAN ROBOT

Dalam kompetisi tersebut, peserta menampilkan keterampilan mengoperasikan robot yang telah dirakit.

Santri tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengenal penerapan teknologi melalui kegiatan praktik.

Pembelajaran robotika melibatkan keterampilan memahami komponen, menyusun perangkat, serta mengendalikan sistem sesuai rancangan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bidang ilmu sains, teknologi, teknik, dan matematika kepada peserta didik.

Melalui pembelajaran berbasis proyek, santri mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan menyelesaikan persoalan teknis.

Baca Juga: Cara Nabung Emas untuk Pemula, Mulai dari Modal Kecil hingga Tips agar Lebih Menguntungkan 

PEMBELAJARAN AI DI PESANTREN MAKIN BERKEMBANG

Perkembangan serupa juga terlihat pada sejumlah pesantren lainnya di Jawa Timur.

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau kegiatan pembelajaran AI dan robotika di Pondok Pesantren Darullughah Waddawa'ah atau Dalwa, Kabupaten Pasuruan.

Dalam kegiatan tersebut, santri memperlihatkan beberapa hasil pembelajaran teknologi.

Di antaranya penggunaan pencetakan tiga dimensi atau 3D printing serta aplikasi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan.

Kegiatan itu menunjukkan bahwa pembelajaran teknologi modern mulai diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan kemampuan santri di luar pendidikan keagamaan.

Sehari setelah kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut memberikan apresiasi terhadap pengembangan pembelajaran teknologi di lingkungan pesantren.

PESANTREN TETAP MENJAGA PENDIDIKAN AGAMA

Pengenalan AI dan robotika tidak berarti menggantikan kegiatan pendidikan agama yang menjadi bagian utama pesantren.

Pembelajaran teknologi diharapkan menjadi keterampilan tambahan yang dapat membantu santri menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan.

Penguasaan teknologi juga perlu disertai kemampuan berpikir kritis, etika, serta tanggung jawab terhadap penggunaan perangkat digital.

Santri dapat memanfaatkan keterampilan tersebut untuk menyusun karya, mengembangkan aplikasi, maupun menghasilkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

TANTANGAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PESANTREN

Meski mulai berkembang, pembelajaran robotika dan AI di pesantren masih menghadapi berbagai tantangan.

Ketersediaan perangkat, kemampuan pendamping, dan kesinambungan program menjadi sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pendidikan teknologi.

Kegiatan kompetisi dapat menjadi sarana memperkenalkan kemampuan santri, tetapi pembinaan jangka panjang tetap diperlukan agar keterampilan tersebut terus berkembang.

Kerja sama dengan lembaga pendidikan, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat pembelajaran.

MOMENTUM HARI SANTRI 2026

Kompetisi yang berlangsung menjelang 22 Oktober tersebut menjadi gambaran berkembangnya minat santri terhadap bidang teknologi.

Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pesantren memiliki kesempatan mengembangkan pendidikan yang menggabungkan ilmu keagamaan dengan keterampilan modern.

Melalui pembelajaran teknologi, santri diharapkan mampu menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus mempertahankan karakter dan nilai pendidikan pesantren.

Perkembangan ini menjadi salah satu contoh kontribusi santri dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Tags:
Hari Santri 2026 robotika santri AI pesantren Santri Robotic Competition pesantren Blitar Pondok Pesantren Dalwa Teknologi Santri

Komentar Pengguna