Kesehatan
Rahman Abdullah

Sering Begadang Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Dampak Buruknya bagi Kesehatan Tubuh

Sering Begadang Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Dampak Buruknya bagi Kesehatan Tubuh

15 Oktober 2026 | 16:58

Hubungan antara tidur dan kesehatan mental bersifat dua arah karena stres maupun gangguan psikologis juga dapat membuat seseorang sulit tidur.

Oleh sebab itu, menjaga pola tidur dan mengelola stres perlu dilakukan secara bersamaan. Jika gangguan tidur atau perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat.

Baca Juga: Guru Biologi Merapat! Berikut Contoh RPP Biologi Kelas 10 Semester 1 Kurikulum Merdeka 

5. Produktivitas Turun dan Risiko Kecelakaan Meningkat

Kurang tidur bisa membuat seseorang merasa tetap terjaga, tetapi kemampuan tubuh untuk bereaksi belum tentu berada dalam kondisi terbaik. Rasa kantuk dapat memperlambat waktu reaksi, mengurangi kewaspadaan, dan meningkatkan kemungkinan melakukan kesalahan.

Dampaknya dapat terlihat ketika bekerja, belajar, mengendarai kendaraan, atau mengoperasikan peralatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Dalam kondisi tertentu, seseorang bahkan dapat mengalami microsleep, yaitu tertidur singkat tanpa disadari.

Situasi tersebut berbahaya, terutama ketika terjadi saat mengemudi. Jika rasa kantuk sudah berat, sebaiknya jangan memaksakan diri berkendara. Berhenti di tempat aman dan beristirahat lebih penting daripada mengambil risiko di jalan.

Di lingkungan kerja maupun sekolah, tidur yang cukup juga membantu seseorang mempertahankan fokus dan menyelesaikan tugas dengan lebih efektif.

Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal Setiap Malam?

Kebutuhan tidur berbeda menurut usia dan kondisi setiap orang. Secara umum, orang dewasa disarankan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Remaja biasanya membutuhkan waktu tidur lebih panjang, sekitar delapan hingga sepuluh jam.

Namun, durasi saja tidak selalu cukup. Kualitas tidur, keteraturan jadwal, dan kondisi kesehatan juga berpengaruh terhadap kebugaran setelah bangun.

Jika seseorang sudah tidur cukup tetapi tetap sering merasa sangat mengantuk pada siang hari, sering terbangun saat malam, atau mengalami gangguan tidur berkepanjangan, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Cara Mengurangi Kebiasaan Begadang agar Tidur Lebih Teratur

Mengubah pola tidur tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah awalnya adalah menetapkan waktu tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan.

Selanjutnya, atur kembali kegiatan malam agar pekerjaan atau hiburan tidak terus-menerus mengambil waktu istirahat. Jika sering menggunakan ponsel sebelum tidur, cobalah mengurangi aktivitas yang membuat pikiran tetap terjaga dan memberi jeda dari layar menjelang waktu tidur.

Kondisi kamar juga perlu diperhatikan. Lingkungan yang tenang, nyaman, dan cukup gelap dapat membantu mendukung kualitas tidur. Selain itu, batasi konsumsi kafein menjelang malam karena efeknya dapat bertahan selama beberapa jam dan menyulitkan sebagian orang untuk terlelap.

Bagi yang terbiasa tidur sangat larut, memajukan waktu tidur secara bertahap dapat membantu membangun rutinitas baru. Yang terpenting, jadikan tidur sebagai kebutuhan harian, bukan aktivitas yang hanya dilakukan setelah semua pekerjaan selesai.

Baca Juga: Tanda Anak Kurang Tidur dan Dampaknya terhadap Konsentrasi Belajar 

Jangan Tunggu Tubuh Kelelahan untuk Mulai Memperbaiki Pola Tidur

Begadang sesekali tidak otomatis menyebabkan penyakit, tetapi kebiasaan kurang tidur yang berulang sebaiknya tidak diabaikan. Dampaknya dapat merembet ke berbagai aspek kehidupan, mulai dari konsentrasi dan produktivitas hingga kesehatan fisik serta kestabilan emosi.

Memberikan waktu istirahat yang cukup merupakan bentuk perawatan terhadap tubuh. Dengan tidur teratur, menjaga kualitas istirahat, dan mengelola aktivitas malam, seseorang dapat membantu mempertahankan kebugaran sekaligus menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih baik.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang memilih makanan bergizi dan berolahraga. Memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat juga merupakan kebiasaan penting yang layak mendapat perhatian.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Dampak buruk begadang Bahaya kurang tidur Kesehatan

Komentar Pengguna