KebonCinta.com - Minuman dingin kerap menjadi pilihan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Mulai dari es kopi susu, teh manis, hingga minuman dengan berbagai varian sirup, semuanya menawarkan rasa yang menyegarkan. Namun, di balik rasanya, kandungan gula tambahan perlu menjadi perhatian.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa air es tanpa tambahan gula tidak mengandung kalori. Sebaliknya, minuman manis yang disajikan dingin dapat menyumbang asupan energi yang perlu diperhitungkan dalam pola makan sehari-hari.
Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan anggapan bahwa suhu dingin merupakan penyebab utama kenaikan berat badan. Persoalan yang lebih penting justru terletak pada kandungan minuman dan jumlah yang dikonsumsi.
Baca Juga: Bukan Cuma Perempuan! Pria Kini Mulai Lirik Klinik Kecantikan, Ini yang Perlu Diperhatikan
Sebagian orang lebih mudah memperhitungkan porsi makanan dibandingkan energi yang berasal dari minuman. Padahal, gula dalam minuman juga berkontribusi terhadap total asupan energi harian.
Jika seseorang mengonsumsi minuman manis berkali-kali tanpa memperhitungkan kebutuhan energinya, jumlah kalori yang masuk dapat bertambah. Dalam jangka panjang, kelebihan energi yang berlangsung terus-menerus dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
Hal ini bukan berarti setiap orang yang meminum es kopi susu atau teh manis pasti mengalami kegemukan. Dampaknya bergantung pada pola konsumsi secara keseluruhan, aktivitas fisik, kebutuhan energi, dan berbagai faktor lainnya.
Karena itu, memperhatikan frekuensi konsumsi serta kandungan gula menjadi langkah yang lebih relevan daripada sekadar menghindari minuman dingin.
Budi Gunadi Sadikin menyebut minuman dengan tambahan gula, seperti es kopi susu dan es sirup, sebagai jenis minuman yang perlu diperhatikan jika masyarakat ingin menjaga berat badan.
Selain berkontribusi terhadap asupan energi, konsumsi gula berlebihan juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Risiko kesehatan ini tidak hanya berkaitan dengan satu jenis minuman, tetapi juga dengan pola makan dan kebiasaan hidup secara keseluruhan.
Masyarakat sebaiknya tidak menilai minuman hanya dari ukuran gelas atau rasanya. Kandungan gula dan ukuran sajian juga penting untuk diperhatikan, termasuk pada produk yang terasa ringan atau tidak terlalu manis.
Berbeda dari minuman yang diberi gula, air putih tidak mengandung kalori. Karena itu, air putih dingin dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan cairan tanpa menambahkan asupan energi dari gula.
Budi juga menekankan bahwa air es merupakan pilihan minuman yang murah dan sehat. Pesan tersebut mengajak masyarakat untuk tidak lagi mengaitkan air putih dingin dengan kegemukan, tetapi lebih memperhatikan kandungan minuman yang dikonsumsi.
Mengganti sebagian kebiasaan minum manis dengan air putih dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi asupan gula tambahan. Perubahan ini bisa dilakukan secara bertahap sesuai kebiasaan masing-masing.
Ada sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan untuk membantu mengendalikan konsumsi gula, diantaranya:
1. Lebih sering memilih air putih. Jadikan air putih sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan.
2. Kurangi tingkat kemanisan. Jika membeli minuman, pilih opsi rendah gula apabila tersedia.
3. Periksa label gizi. Perhatikan kandungan gula dan ukuran sajian pada minuman kemasan.
4.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir