Sebagai langkah awal, cobalah menghindari kopi setidaknya enam hingga delapan jam sebelum waktu tidur. Orang yang sangat sensitif terhadap kafein mungkin perlu menghentikannya lebih awal.
Misalnya, jika Anda terbiasa tidur pukul 22.00, mengurangi konsumsi kopi setelah siang atau awal sore bisa menjadi pilihan yang layak dicoba. Sesuaikan kembali berdasarkan respons tubuh dan kualitas tidur.
Baca Juga: Contoh RPP Seni Budaya Kelas 8 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Lengkap dengan Langkah Pembelajaran
Mengganti kopi dengan teh tidak selalu berarti terbebas dari pengaruh kafein. Teh hitam dan teh hijau juga mengandung kafein, meskipun jumlahnya berbeda-beda menurut jenis dan cara penyajian.
Karena itu, teh yang diminum menjelang malam tetap berpotensi memengaruhi tidur, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
Jika ingin menikmati minuman hangat pada malam hari, Anda dapat mempertimbangkan pilihan tanpa kafein. Periksa juga komposisi minuman kemasan karena beberapa produk mengandung kafein tambahan.
Menghentikan kebiasaan minum kopi secara mendadak dapat memicu gejala putus kafein, khususnya bagi orang yang terbiasa mengonsumsinya setiap hari dalam jumlah cukup banyak.
Keluhan yang mungkin muncul antara lain sakit kepala, kelelahan, suasana hati kurang nyaman, dan kesulitan berkonsentrasi. Gejala ini biasanya bersifat sementara, tetapi bisa mengganggu kegiatan harian.
Cara yang lebih nyaman adalah mengurangi konsumsi sedikit demi sedikit. Contohnya, kurangi satu porsi secara bertahap, pilih kopi dengan kandungan kafein lebih rendah, atau campurkan kopi biasa dengan kopi tanpa kafein.
Langkah tersebut membantu tubuh menyesuaikan diri sekaligus memudahkan Anda mengendalikan jumlah kafein harian.
Baca Juga: Sains di Balik Jatuh Cinta, dari Perubahan Hormon hingga Respons Emosi
Kopi tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari selama dikonsumsi dengan memperhatikan kebutuhan dan respons tubuh. Mengatur jumlah kafein, memilih waktu minum yang tepat, serta menjaga jarak dari waktu tidur merupakan langkah sederhana yang bisa diterapkan.
Tidak semua orang memiliki toleransi kafein yang sama. Oleh sebab itu, jangan hanya berpatokan pada jumlah cangkir, tetapi perhatikan juga kandungan kafein dan efek yang dirasakan setelah meminumnya.
Dengan kebiasaan yang lebih terukur, Anda tetap bisa menikmati aroma dan cita rasa kopi tanpa mengorbankan kenyamanan tubuh maupun kualitas istirahat.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir