Pendidikan
Al Fina

Soal TKA SMA 2026 Panjang dan Bikin Pusing? Mendikdasmen Ungkap Alasan di Balik Model PISA

Soal TKA SMA 2026 Panjang dan Bikin Pusing? Mendikdasmen Ungkap Alasan di Balik Model PISA

26 Oktober 2026 | 19:55

KebonCinta.com - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali menjadi perhatian setelah sejumlah peserta menyoroti panjangnya teks dalam soal ujian. Bagi murid yang terbiasa mengerjakan pertanyaan secara singkat, bacaan panjang dapat menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan konsentrasi dan ketelitian lebih besar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa rancangan TKA disesuaikan dengan model Programme for International Student Assessment (PISA). Salah satu karakteristik pendekatan tersebut adalah penggunaan bacaan panjang untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik.

Penjelasan itu disampaikan setelah Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan hari pertama TKA gelombang pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Senin.

“Kami juga menyampaikan tes TKA ini kami sesuaikan dengan model tes PISA. Jadi model tes PISA,” katanya.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

Mengapa soal TKA menggunakan bacaan panjang?

Panjang teks dalam soal TKA bukan sekadar persoalan jumlah kata. Bacaan menjadi bagian dari instrumen untuk menguji kemampuan peserta didik dalam memahami informasi dan mengolahnya sebelum menentukan jawaban.

Ketika menghadapi teks yang panjang, murid perlu menemukan informasi penting, memahami hubungan antargagasan, serta membedakan informasi utama dan pendukung. Kemampuan membaca secara cermat tersebut dapat berpengaruh terhadap ketepatan dalam menjawab pertanyaan.

Abdul Mu’ti juga menanggapi keluhan peserta pada pelaksanaan TKA tahun sebelumnya yang menilai soal terlalu panjang.

“Kalau kemudian ada tahun lalu yang komplain kok soalnya panjang-panjang, ya memang begitu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bacaan panjang merupakan bagian dari desain asesmen yang digunakan, bukan semata-mata tambahan yang tidak berkaitan dengan tujuan pengujian.

TKA dirancang dengan tingkat kesulitan beragam

Selain menggunakan model yang mengacu pada PISA, TKA disusun sebagai tes terstandar dengan memperhatikan validitas dan reliabilitas. Artinya, instrumen penilaian dirancang agar dapat mengukur kemampuan yang dituju secara tepat dan menghasilkan pengukuran yang konsisten.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa soal TKA memiliki variasi tingkat kesulitan, mulai dari kategori mudah hingga sulit. Keragaman tersebut merupakan bagian dari teori evaluasi yang digunakan dalam penyusunan instrumen penilaian.

Dengan variasi itu, pengukuran tidak hanya bertumpu pada satu tingkat kemampuan. Hasil tes diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemampuan akademik peserta didik.

Karena itu, menghadapi TKA tidak cukup hanya dengan menghafalkan materi. Murid juga perlu melatih kemampuan memahami bacaan, menafsirkan informasi, dan mencermati pertanyaan sebelum memilih jawaban.

Apa yang perlu dipersiapkan murid?

Mengacu pada karakteristik soal yang dijelaskan Mendikdasmen, latihan membaca teks panjang dapat menjadi salah satu persiapan yang bermanfaat. Murid bisa membiasakan diri membaca artikel informatif, teks argumentasi, atau bacaan yang menyajikan data dan beberapa sudut pandang.

Saat berlatih, cobalah menemukan gagasan utama setiap paragraf, menandai informasi penting, dan menyimpulkan isi bacaan menggunakan kalimat sendiri. Setelah itu, periksa apakah kesimpulan tersebut benar-benar didukung oleh informasi dalam teks.

Murid juga perlu membiasakan diri membaca pertanyaan dengan teliti. Jawaban yang terlihat masuk akal belum tentu tepat jika tidak sesuai dengan informasi yang ditanyakan.

Namun, latihan tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap. Membaca dengan cepat tidak selalu lebih baik daripada membaca dengan pemahaman yang benar.

Pada akhirnya, penggunaan bacaan panjang dalam TKA berkaitan dengan pendekatan pengukuran kemampuan akademik yang dijelaskan pemerintah. Murid dapat menjadikan karakteristik tersebut sebagai petunjuk untuk memperkuat keterampilan membaca dan memahami informasi, bukan hanya berfokus pada hafalan materi pelajaran.

Tags:
kemendikdasmen Soal TKA TKA SMA 2026

Komentar Pengguna