Stres Bisa Terasa di Tubuh, Mengapa Keluhan Fisik Tetap Perlu Diperhatikan?

Stres Bisa Terasa di Tubuh, Mengapa Keluhan Fisik Tetap Perlu Diperhatikan?

14 Oktober 2026 | 18:18

KebonCinta.com - Kepala terasa berat setelah hari yang melelahkan, perut tidak nyaman menjelang pertemuan penting, atau tidur terganggu ketika pekerjaan menumpuk. Keluhan seperti ini kadang dianggap sepele karena muncul bersamaan dengan tekanan pikiran.

Padahal, stres dapat memengaruhi tubuh sekaligus kondisi mental. Keluhan yang dirasakan tetap nyata dan layak diperhatikan, meskipun seseorang sedang menghadapi persoalan emosional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa stres dapat disertai sakit kepala, nyeri tubuh, gangguan perut, masalah tidur, serta perubahan nafsu makan. Respons setiap orang terhadap situasi penuh tekanan juga dapat berbeda.

Keluhan Fisik Saat Stres Bukan Sekadar Perasaan

Ketika seseorang mengalami stres, dampaknya tidak selalu terlihat sebagai tangisan atau kekhawatiran yang diucapkan. Sebagian orang justru lebih dahulu menyadari tubuhnya terasa tidak nyaman.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja agar Tidak Mudah Stres, Yuk Disimak 

WHO menyebut stres dapat membuat seseorang sulit rileks dan berkonsentrasi. Jika berlangsung berkepanjangan, stres juga dapat memperburuk masalah kesehatan yang sudah ada.

Karena itu, mengatakan “hanya stres” dapat mengecilkan pengalaman seseorang. Keluhan fisik membutuhkan perhatian, bukan penilaian bahwa orang tersebut terlalu memikirkan masalah.

Jangan Langsung Menyimpulkan Keluhan Fisik akibat Stres

Kemunculan gejala ketika pikiran sedang tertekan belum membuktikan stres sebagai satu-satunya penyebab. Kondisi kesehatan lain dapat menimbulkan keluhan yang serupa.

Dalam panduannya, WHO menjelaskan bahwa tenaga kesehatan dapat menilai kondisi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan faktor lain seperti gangguan tiroid atau perubahan kadar gula darah.

Pemeriksaan menjadi penting ketika keluhan menetap, sering berulang, atau menghambat kegiatan. Hindari menentukan penyebab sendiri hanya berdasarkan artikel maupun pengalaman orang lain.

Berkonsultasi bukan berarti mengabaikan hubungan antara pikiran dan tubuh. Langkah tersebut membantu memahami keluhan dengan lebih tepat.

Baca Juga: Alasan Kenapa Hidupmu Stres 

Catat Keluhan Fisik untuk Membantu Pemeriksaan

Sebelum berkonsultasi, buat catatan sederhana mengenai waktu munculnya keluhan, lamanya berlangsung, serta kegiatan yang terganggu.

Misalnya, tuliskan apakah sakit kepala muncul beberapa kali dalam seminggu atau gangguan tidur membuat Anda kesulitan bekerja. Sertakan informasi tentang obat yang digunakan dan kondisi kesehatan sebelumnya.

Catatan ini dapat menjadi bahan percakapan dengan dokter. Ceritakan pula tekanan yang sedang dihadapi tanpa menganggapnya sebagai diagnosis.

Jika stres sulit dikelola, WHO menyarankan mencari bantuan tenaga kesehatan. Memperhatikan kesehatan fisik dan kondisi emosional secara bersamaan memberi ruang untuk memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhan, berdasarkan hasil penilaian tenaga kesehatan yang memeriksa Anda.

Tags:
WHO Keluhan Fisik Stres

Komentar Pengguna