KebonCinta.com-- Mencegah stunting tidak bisa hanya dilakukan ketika anak sudah lahir. Persiapan untuk melahirkan generasi yang tumbuh sehat sebenarnya telah dimulai sejak seorang perempuan berada pada usia remaja, berlanjut ketika hamil, hingga anak memasuki masa pertumbuhan.
Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kecukupan energi dan protein pada remaja putri serta ibu hamil. Ketika kebutuhan gizi tidak terpenuhi, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Di tengah persoalan itu, ikan menjadi salah satu bahan pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat asupan gizi keluarga. Selain mengandung protein, sejumlah jenis ikan juga kaya akan asam lemak omega-3.
Baca Juga: 5 Buah yang Bisa Jadi Pilihan Saat Menjaga Gula Darah, Jangan Lupakan Porsinya
Status gizi seorang ibu tidak terbentuk secara tiba-tiba ketika memasuki masa kehamilan. Kebiasaan makan dan kondisi tubuh sejak remaja turut menjadi bagian dari persiapan kesehatan reproduksi.
Data Pemantauan Status Gizi 2017 mencatat sekitar 32 persen remaja putri berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kondisi tersebut antara lain dapat berkaitan dengan pola makan yang tidak seimbang, termasuk kebiasaan melakukan diet tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh.
Masalah gizi pada masa remaja perlu diperhatikan karena dapat terbawa hingga masa kehamilan. Perempuan yang memasuki kehamilan dengan kondisi gizi kurang berisiko menghadapi persoalan yang dapat memengaruhi pertumbuhan janin.
Kebutuhan nutrisi menjadi semakin penting ketika seorang perempuan mengandung. Tubuh membutuhkan energi dan zat gizi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu sekaligus pertumbuhan janin.
Pemantauan Status Gizi 2016 menunjukkan sekitar 50 persen ibu hamil di Indonesia mengalami kekurangan energi dan protein. Data tersebut menggambarkan bahwa pemenuhan gizi selama kehamilan masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.
Karena itu, pola makan ibu hamil sebaiknya tidak hanya berorientasi pada jumlah makanan, tetapi juga memperhatikan kualitas sumber gizinya.
Baca Juga: Punya Asam Urat? Ini 5 Sayuran yang Perlu Diperhatikan Konsumsinya dan Jangan Berlebihan
Ikan dapat menjadi salah satu pilihan sumber protein hewani yang mudah ditemukan. Kandungan gizinya juga dapat mendukung kebutuhan tubuh selama masa pertumbuhan dan kehamilan.
Salah satu contohnya adalah ikan kembung yang memiliki kandungan protein sekitar 22 persen dan kaya asam lemak omega-3. Protein dibutuhkan untuk pembentukan serta pemeliharaan jaringan tubuh, sedangkan omega-3 memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan kesehatan.
Dengan memasukkan ikan ke dalam menu keluarga secara rutin, kebutuhan protein dapat lebih mudah dipenuhi sekaligus memberikan variasi makanan yang bergizi.
Masih adanya anggapan bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari ikan menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan konsumsi pangan bergizi tersebut.
Padahal, ikan yang aman, segar, dan diolah dengan baik dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang. Yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis ikan yang tepat serta memastikan proses pengolahannya higienis dan matang.
Selain itu, cara penyajian juga dapat menentukan minat anak terhadap ikan. Tidak semua anak langsung menyukai ikan dalam bentuk masakan biasa.
Orang tua dapat membuat menu ikan lebih menarik agar anak terbiasa mengonsumsinya. Ikan dapat diolah menjadi sup, pepes, bakso, nugget, atau berbagai hidangan lain sesuai selera keluarga.
Kebiasaan tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga memperkenalkan anak pada pola makan yang lebih beragam sejak usia dini.
Baca Juga: Sering Lapar Saat Diet? Apel Bisa Jadi Camilan Pilihan, Ini Alasannya
Pada akhirnya, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang dimulai jauh sebelum anak dilahirkan. Memperbaiki gizi remaja putri, memastikan kebutuhan ibu hamil terpenuhi, dan membangun kebiasaan makan bergizi pada anak merupakan rangkaian yang saling berkaitan.
Menjadikan ikan sebagai salah satu sumber protein dalam menu keluarga bisa menjadi langkah sederhana untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mempersiapkan generasi yang lebih sehat.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir