KebonCinta.com-- Masalah gizi pada anak perlu mendapat perhatian sejak dini karena dapat memengaruhi pertumbuhan, kesehatan, hingga kemampuan belajar. Dua kondisi yang kerap dianggap sama adalah stunting dan wasting. Padahal, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam indikator pertumbuhan dan kondisi tubuh anak.
Memahami perbedaan stunting dan wasting penting bagi orang tua agar dapat mengenali tanda-tanda gangguan gizi dan mengambil langkah yang sesuai. Meski sama-sama berkaitan dengan kekurangan gizi, kedua kondisi ini tidak bisa disamakan hanya berdasarkan penampilan fisik anak.
Stunting berkaitan dengan tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan standar anak seusianya, sedangkan wasting ditandai dengan berat badan yang terlalu rendah jika dibandingkan dengan tinggi badannya. Keduanya memerlukan perhatian, pemantauan pertumbuhan, dan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Contoh RPP Al-Qur’an Hadis Kelas 10 Semester 1, Panduan Guru Menyusun Pembelajaran di MA
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang lebih rendah daripada standar usianya. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, serta berbagai faktor lain yang menghambat pertumbuhan.
Periode 1.000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, menjadi masa penting untuk mendukung pertumbuhan. Pada periode tersebut, pemenuhan kebutuhan gizi dan pencegahan infeksi berperan besar dalam membantu anak tumbuh secara optimal.
Anak yang mengalami stunting mungkin terlihat lebih pendek dibandingkan teman seusianya. Namun, tinggi badan saja tidak cukup untuk memastikan kondisi tersebut. Pengukuran panjang atau tinggi badan yang akurat, disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin, diperlukan untuk menilai pertumbuhan anak.
Dampak stunting tidak terbatas pada tinggi badan. Jika berkaitan dengan kekurangan gizi dan faktor kesehatan yang berlangsung lama, kondisi ini juga dapat berhubungan dengan perkembangan dan kemampuan belajar anak. Karena itu, pemantauan pertumbuhan perlu dilakukan secara berkala.
Berbeda dengan stunting, wasting adalah kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah dibandingkan dengan tinggi atau panjang badannya. Kondisi ini sering berkaitan dengan kekurangan asupan gizi dalam waktu relatif singkat, penyakit, atau gabungan beberapa faktor yang menyebabkan berat badan tidak sesuai dengan tinggi badan.
Anak yang mengalami wasting dapat terlihat sangat kurus, terutama pada bagian lengan dan kaki. Berat badannya juga mungkin tidak bertambah sesuai harapan atau mengalami penurunan ketika sakit maupun ketika asupan makanan tidak mencukupi.
Dalam kondisi tertentu, anak dapat menjadi lemah, kurang aktif, atau mengalami penurunan nafsu makan. Akan tetapi, tanda-tanda tersebut tidak selalu muncul pada setiap anak dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar diagnosis.
Pembengkakan pada kedua kaki atau bagian tubuh tertentu juga perlu diwaspadai karena dapat menjadi tanda malnutrisi akut berat. Jika anak tampak sangat kurus, mengalami pembengkakan, sulit makan atau menyusu, maupun terlihat sangat lemas, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
Wasting perlu ditangani dengan serius karena malnutrisi akut dapat meningkatkan risiko penyakit dan komplikasi. Penanganan sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan, bukan hanya dengan memperbanyak makanan tanpa mengetahui kondisi anak.
Baca Juga: 5 Contoh Soal PTS Seni Budaya Kelas 10 Semester Ganjil Lengkap dengan Kunci Jawaban
Perbedaan utama kedua kondisi ini terletak pada ukuran pertumbuhan yang digunakan untuk mengenalinya. Stunting dinilai berdasarkan tinggi atau panjang badan menurut umur, sementara wasting dinilai berdasarkan berat badan menurut tinggi atau panjang badan.
Pada stunting, perhatian utama adalah pertumbuhan tinggi badan yang terhambat dibandingkan standar usia. Sementara itu, pada wasting, berat badan anak terlalu rendah untuk ukuran tinggi badannya.
Dari sisi penyebab, stunting umumnya berhubungan dengan masalah gizi dan kesehatan yang berlangsung dalam jangka panjang. Wasting lebih sering berkaitan dengan kekurangan gizi akut atau kondisi yang menyebabkan penurunan berat badan maupun kegagalan penambahan berat badan.
Meskipun berbeda, kedua masalah tersebut dapat terjadi bersamaan pada anak yang sama. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya tidak menilai status gizi hanya dari bentuk tubuh atau membandingkan anak dengan teman sebayanya.
Penilaian yang lebih tepat membutuhkan pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta pencocokan hasilnya dengan standar pertumbuhan anak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir