KebonCinta.com-- Pernah merasa sudah belajar cukup lama, tetapi beberapa jam kemudian justru kesulitan mengingat materi yang baru dibaca? Situasi ini sering membuat pelajar mengulang bacaan berkali-kali karena khawatir informasi yang dipelajari tidak bertahan lama dalam ingatan.
Padahal, belajar efektif bukan hanya tentang berapa banyak halaman yang berhasil diselesaikan. Kemampuan mengingat dan menjelaskan kembali materi tanpa melihat buku juga menjadi bagian penting dari proses belajar.
Ada beberapa strategi sederhana yang dapat dicoba untuk membantu memperkuat ingatan. Caranya bukan sekadar membaca materi berulang kali, melainkan melatih otak mengambil kembali informasi yang sudah dipelajari.
Baca Juga: Apa Saja Materi TKA Sejarah SMA? Simak Panduan Belajarnya
Setelah menyelesaikan satu bagian pelajaran, jangan langsung berpindah ke topik berikutnya. Berhentilah sejenak, tutup buku, lalu coba ingat kembali inti informasi yang baru dibaca.
Misalnya, setelah mempelajari satu bab IPA, cobalah menyebutkan konsep utama, istilah penting, dan contoh yang berkaitan dengan materi tersebut. Jika ada bagian yang terlupa, buka kembali buku untuk memeriksanya.
Latihan ini membantu membiasakan otak mengambil informasi dari ingatan, bukan hanya mengenali kalimat yang terlihat di halaman. Proses tersebut dikenal sebagai retrieval practice atau latihan mengingat kembali.
Agar lebih efektif, lakukan latihan secara singkat setelah mempelajari satu topik. Ulangi lagi setelah jeda waktu tertentu supaya kamu dapat mengetahui bagian mana yang masih perlu dipelajari.
Cara lain untuk mengurangi kebiasaan mudah lupa adalah mengubah materi pelajaran menjadi pertanyaan. Strategi ini membuat kegiatan belajar lebih aktif karena kamu perlu mencari jawaban berdasarkan pemahaman sendiri.
Sebagai contoh, ketika mempelajari sejarah, jangan hanya membaca kronologi peristiwa. Ajukan beberapa pertanyaan seperti siapa tokoh yang terlibat, apa penyebab terjadinya peristiwa, bagaimana prosesnya, dan apa dampaknya.
Untuk pelajaran matematika, kamu dapat bertanya tentang rumus yang digunakan, alasan memilih rumus tersebut, serta langkah penyelesaian soal.
Jawablah pertanyaan tanpa langsung melihat catatan. Setelah selesai, cocokkan jawaban dengan sumber belajar untuk mengetahui apakah ada informasi yang kurang tepat.
Semakin terbiasa melakukan evaluasi mandiri, semakin mudah kamu mengenali bagian materi yang sudah dikuasai dan bagian yang masih membutuhkan latihan.
Baca Juga: Kelas 12 Sini Kumpul! Ini Cakupan Materi TKA Geografi SMA, Pahami Fenomena Alam dan Dinamika Wilayah
Membaca dalam hati memang praktis, tetapi sesekali cobalah menjelaskan materi menggunakan suara sendiri. Kamu bisa melakukannya seolah-olah sedang mengajar teman atau menyampaikan presentasi di depan kelas.
Pilih satu konsep, lalu jelaskan dengan kalimat sederhana tanpa membaca teks secara langsung. Jika kesulitan menerangkan suatu bagian, hal tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa materi itu perlu dipahami kembali.
Mengucapkan informasi dengan suara lantang juga membuat kegiatan belajar melibatkan lebih dari satu proses, yaitu mengingat, menyusun kalimat, dan mendengarkan penjelasan sendiri. Efek ini dapat membantu sebagian orang mengingat informasi dengan lebih baik.
Metode tersebut cocok digunakan untuk menghafalkan definisi, mempersiapkan presentasi, memahami konsep, atau mengingat urutan penjelasan. Namun, hasilnya dapat berbeda pada setiap orang sehingga kamu tetap perlu menemukan cara belajar yang paling sesuai.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir