Gaya Hidup
Al Fina

Suka Nonton Film Sedih dan Dengar Lagu Mellow? Ternyata Ini 3 Alasan Psikologisnya

Suka Nonton Film Sedih dan Dengar Lagu Mellow? Ternyata Ini 3 Alasan Psikologisnya

20 Oktober 2026 | 19:57

KebonCinta.com - Pernah merasa justru ingin menonton film tragis atau mendengarkan lagu mellow ketika suasana hati sedang tidak baik-baik saja? Alih-alih memilih tontonan komedi yang menghibur, sebagian orang malah mencari cerita yang bisa membuat mereka menangis atau larut dalam kesedihan.

Kebiasaan ini mungkin terasa bertolak belakang. Jika kesedihan membuat seseorang merasa tidak nyaman, mengapa cerita dengan nuansa emosional justru bisa terasa menarik?

Dalam pandangan psikologi, ketertarikan terhadap cerita sedih tidak selalu berarti seseorang ingin memperburuk suasana hatinya. Ada sejumlah alasan yang dapat menjelaskan mengapa manusia menikmati kisah tragis, bahkan ketika mengetahui bahwa cerita tersebut hanya fiksi.

Melansir Verywell Mind, pengalaman emosional saat menikmati cerita sedih dapat berkaitan dengan kemampuan manusia terhubung dengan narasi, merenungkan hubungan pribadi, dan merasakan emosi tanpa harus menghadapi langsung peristiwa tragis yang digambarkan.

Lantas, apa saja alasan psikologis di balik kebiasaan ini?

Baca Juga: Kenapa Film Sedih Justru Bikin Kita Merasa Bahagia? Ini Penjelasan Psikologinya 

1. Cerita Sedih Membuat Kita Terhubung dengan Emosi Manusia

Salah satu alasan seseorang menyukai film sedih adalah kemampuan cerita untuk membangkitkan emosi yang terasa nyata.

Ketika menyaksikan karakter kehilangan orang yang dicintai, menghadapi perpisahan, atau berjuang melewati masa sulit, penonton dapat ikut merasakan kesedihan meskipun mengetahui bahwa peristiwa tersebut tidak benar-benar terjadi.

Hal ini dapat terjadi ketika seseorang merasa terhubung dengan karakter dan jalan cerita. Pengalaman yang ditampilkan mungkin mengingatkan mereka pada kejadian pribadi, hubungan dengan orang lain, atau perasaan yang pernah dialami.

Akibatnya, cerita fiksi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ruang untuk mengenali dan memahami emosi manusia.

Misalnya, seseorang yang pernah mengalami perpisahan mungkin merasa tersentuh ketika mendengarkan lagu tentang kehilangan. Lirik dan melodi yang didengar dapat membantunya mengenali perasaan yang sebelumnya sulit diungkapkan.

Meski begitu, respons setiap orang terhadap cerita sedih tidak selalu sama. Ada yang merasa terhibur, ada yang memperoleh kesempatan untuk merenung, dan ada pula yang memilih menghindarinya karena merasa tidak nyaman.

2. Kisah Tragis Bisa Membuat Kita Lebih Menghargai Orang Tersayang

Pernah merasa lebih bersyukur atas kehadiran keluarga atau pasangan setelah menonton film yang mengisahkan kehilangan?

Pengalaman tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian orang menikmati cerita sedih. Kisah tragis terkadang membuat penonton memikirkan kembali hubungan yang mereka miliki dalam kehidupan nyata.

Dalam penelitian yang dibahas pada referensi Verywell Mind, peserta yang merasakan kesedihan lebih mendalam ketika menonton film tragis Atonement juga melaporkan bahwa mereka lebih menikmati film tersebut dan merasakan kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup.

Namun, respons tersebut berkaitan dengan cara mereka memaknai pengalaman menonton. Peningkatan kebahagiaan ditemukan pada peserta yang teringat akan hubungan dekat mereka, bukan semata-mata karena membandingkan kehidupan pribadi dengan nasib karakter dalam film.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa cerita sedih dapat menjadi pemicu refleksi mengenai orang-orang yang berarti dalam hidup.

Contohnya, setelah menyaksikan kisah tentang kehilangan orang tua, seseorang mungkin terdorong untuk lebih sering menghubungi keluarganya. Sementara itu, film tentang persahabatan dapat membuat penonton kembali menyadari pentingnya kehadiran teman yang selama ini mendukung mereka.

Meski demikian, bukan berarti setiap tontonan sedih otomatis meningkatkan rasa syukur atau kebahagiaan. Pengaruhnya bergantung pada pengalaman, interpretasi, dan kondisi emosional masing-masing orang.

3. Kita Bisa Merasakan Kesedihan Tanpa Menghadapi Risiko yang Sama

Alasan lain mengapa film sedih terasa menarik adalah adanya perbedaan antara mengalami tragedi secara langsung dan menyaksikannya melalui cerita fiksi.

Ketika menghadapi kehilangan atau peristiwa menyakitkan dalam kehidupan nyata, seseorang tidak hanya merasakan kesedihan. Ia mungkin juga menghadapi ketidakpastian, perubahan rutinitas, persoalan praktis, dan kecemasan mengenai masa depan.

Sebaliknya, ketika menonton film tragis, penonton dapat merasakan emosi yang serupa tanpa harus menghadapi konsekuensi nyata dari peristiwa tersebut.

Sebuah penelitian yang dibahas dalam referensi Verywell Mind menemukan bahwa peserta merasakan kesedihan saat mengenang tragedi pribadi maupun ketika menyaksikan tayangan tragis. Namun, mengenang pengalaman tragis dalam kehidupan sendiri berkaitan dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan menyaksikan tragedi fiksi.

Perbedaan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa cerita sedih tetap bisa dinikmati meskipun membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan.

Ketika menonton film, seseorang memiliki jarak dari peristiwa yang digambarkan. Ia dapat terlibat secara emosional, tetapi tetap mengetahui bahwa cerita tersebut bukan pengalaman yang sedang dialaminya secara langsung.

Meski demikian, jarak emosional ini tidak selalu membuat tontonan sedih terasa ringan. Bagi seseorang yang sedang menghadapi kehilangan atau pengalaman traumatis, cerita tertentu justru dapat membangkitkan emosi yang intens.

Apakah Menyukai Film Sedih Termasuk Hal yang Wajar?

Menyukai film sedih atau lagu mellow merupakan bagian dari preferensi hiburan yang beragam. Kebiasaan ini tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami masalah psikologis.

Bagi sebagian orang, cerita sedih menjadi sarana untuk memahami emosi, mengenang pengalaman, atau merenungkan hubungan dengan orang-orang terdekat.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
Menonton Film film sedih Psikologi

Komentar Pengguna