KebonCinta.com — Pemerintah menyiapkan langkah awal pembangunan sistem perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa atau Pantura melalui pendekatan berbasis alam.
Groundbreaking tahap nature-based solution untuk proyek Giant Sea Wall ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026.
Pendekatan tersebut akan menggunakan penguatan ekosistem alam, termasuk mangrove.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Nazib Faizal mengatakan persiapan sedang dilakukan.
“Groundbreaking-nya nature-based solution, mangrove ya,” ujar Nazib.
Ia memperkirakan proses tersebut dapat mulai dilakukan dalam waktu dekat setelah persiapannya selesai.
Tahapan berbasis alam berbeda dengan pembangunan tanggul fisik berskala besar.
Untuk bagian hard infrastructure atau grey infrastructure, pemerintah menargetkan groundbreaking dilakukan pada tahun berikutnya.
Giant Sea Wall merupakan bagian dari sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa.
Pemerintah menegaskan konsep tersebut tidak hanya berarti membangun satu tembok panjang di laut.
Sistem yang dikembangkan mencakup beberapa pendekatan.
Di antaranya offshore dike atau tanggul yang berada di laut dan onshore dike atau tanggul pantai.
Penguatan ekosistem mangrove menjadi bagian lain dari sistem perlindungan tersebut.
Mangrove mempunyai fungsi penting bagi kawasan pesisir.
Akar tanaman membantu menahan sedimen serta dapat mengurangi energi gelombang sebelum mencapai daratan.
Namun solusi berbasis alam tetap harus disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah.
Baca Juga: Pendaftaran Dibuka! HOI Cirebon 2026 Cari 15 Kreator Muda, Belajar Bikin Konten Seni dan Budaya
Pantai Utara Jawa menghadapi sejumlah tantangan sekaligus.
Beberapa kawasan mengalami penurunan muka tanah yang membuat wilayah semakin rentan terhadap genangan.
Kenaikan muka air laut juga menjadi ancaman jangka panjang.
Selain itu terdapat persoalan banjir akibat hujan dan banjir rob.
Dampaknya dapat mengenai permukiman warga, kawasan industri, pelabuhan, lahan pertanian hingga berbagai infrastruktur strategis.
Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa atau BOPPJ ditugaskan mempercepat pengembangan sistem perlindungan pesisir secara terintegrasi.
Pelaksanaannya juga membutuhkan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota yang berada di sepanjang jalur Pantura.
Presiden sebelumnya menyampaikan pembangunan sistem Giant Sea Wall merupakan proyek jangka panjang.
Penyelesaian keseluruhan sistem diproyeksikan dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 20 tahun.
Karena skala proyek sangat besar, pembangunan dilakukan secara bertahap.
Penggunaan mangrove pada tahap awal menunjukkan bahwa perlindungan pesisir tidak hanya bergantung pada beton dan konstruksi.
Ekosistem alam juga dapat menjadi bagian dari strategi menghadapi risiko perubahan iklim.
Namun pelaksanaan tetap membutuhkan kajian lingkungan, teknik dan sosial agar perlindungan pantai tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat pesisir.
Groundbreaking yang direncanakan Oktober menjadi salah satu langkah awal menuju sistem perlindungan Pantura yang lebih luas.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir