News
SUWANDI

Tangis dan Ketabahan di Antara Puing Musibah: Kemenag Cirebon Usap Duka Santri Ponpes Kebon Melati Pasca-Kebakaran

Tangis dan Ketabahan di Antara Puing Musibah: Kemenag Cirebon Usap Duka Santri Ponpes Kebon Melati Pasca-Kebakaran

06 Oktober 2026 | 08:31

KEBONCINTA.COM – Suasana haru dan keprihatinan mendalam menyelimuti Pondok Pesantren Kebon Melati, Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Bau hangus sisa-sisa amukan si jago merah masih tercium pekat di area lantai empat gedung asrama santri. Di antara kerangka atap yang menghitam serta puing-puing lemari dan kitab-kitab suci yang terbakar, tampak raut-raut wajah muda yang berusaha keras untuk tetap tegar.

Musibah kebakaran hebat yang melanda kompleks pesantren tersebut menggerakkan jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon untuk segera hadir mengusap duka para santri. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kabupaten Cirebon turun langsung menginjajkan kaki di lokasi musibah guna melakukan peninjauan sekaligus memberikan pendampingan moral dan psikologis bagi keluarga besar pondok pesantren.

Berjihad Memadamkan Api demi Lembaran Kitab

Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam tersebut menyisakan kisah perjuangan yang menggetarkan hati. Saat kobaran api tiba-tiba membesar di lantai atas asrama, para santri tanpa ragu saling bahu-membahu bersama warga sekitar dan aparat setempat. Di tengah kepanikan dan kepulan asap tebal, mereka membuat barisan berantai, mengoper ember-ember berisi air demi menjinakkan si jago merah sebelum armada pemadam kebakaran tiba.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden memilukan ini, duka mendalam tak terbendung ketika para santri menyaksikan tempat tinggal harian dan lembaran-lembaran kitab kajian yang selama ini menemani ibadah serta pembelajaran mereka ikut hangus menjadi abu. Pakaian, pakaian shalat, serta perlengkapan pribadi santri nyaris tak tersisa dilahap api.

Saat meninjau lokasi reruntuhan bangunan, Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Cirebon menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas cobaan berat yang menimpa Ponpes Kebon Melati. Kehadiran perwakilan Kemenag di tengah-tengah santri bukan sekadar bentuk tugas administratif untuk inventarisasi kerusakan, melainkan wujud empati, kepedulian, dan rasa persaudaraan yang erat dalam naungan pendidikan keagamaan.

Merawat Harapan di Tengah Puing-puing Bangunan

Di hadapan para pengasuh dan santri yang terpukul, pihak Kemenag Cirebon memberikan penguatan spiritual agar seluruh keluarga besar pesantren tetap tabah dan meyakini bahwa setiap ujian mengandung hikmah yang besar. Kemenag memastikan tidak akan tinggal diam dan berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan sarana serta prasarana pesantren agar aktivitas belajar-mengajar dan kajian keilmuan para santri dapat segera bangkit kembali.

"Musibah ini tentu menjadi cobaan berat bagi kita semua, khususnya anak-anak kita para santri. Namun, semangat mereka untuk menuntut ilmu tidak boleh padam bersama puing-puing ini. Kami hadir untuk memastikan pesantren tidak berjalan sendirian melewati masa-masa sulit ini," ungkap Kasi PD Pontren dengan nada penuh empati saat mendampingi pihak pengasuh pondok.

Di balik duka dan kepulan abu yang tersisa, kebersamaan antara pemerintah, pengasuh pondok, warga masyarakat, dan keteguhan hati para santri Ponpes Kebon Melati menjadi bukti nyata bahwa semangat mengaji dan nilai-nilai keikhlasan di pesantren akan selalu berdiri kokoh melebihi cobaan apa pun. (swd)

Tags:
kemenag pesantren Santri

Komentar Pengguna