Khazanah
M. Panji Maulana

Tata Cara Sholat Jenazah, Lengkap dengan Urutan Takbir dan Bacaan Doanya

Tata Cara Sholat Jenazah, Lengkap dengan Urutan Takbir dan Bacaan Doanya

26 Oktober 2026 | 05:35

KebonCinta.com – Ketika seorang Muslim meninggal dunia, terdapat sejumlah kewajiban yang perlu ditunaikan oleh umat Islam terhadap jenazahnya. Salah satunya adalah melaksanakan sholat jenazah sebagai bentuk penghormatan sekaligus permohonan ampunan dan rahmat kepada Allah SWT.

Sholat jenazah memiliki tata cara yang berbeda dari sholat fardhu lima waktu. Ibadah ini dilaksanakan tanpa rukuk, iktidal, sujud, maupun duduk tasyahud.

Dalam pelaksanaannya, terdapat empat kali takbir yang disertai bacaan tertentu, kemudian diakhiri dengan salam.

Meskipun tata caranya relatif singkat, masih ada masyarakat yang belum memahami urutan bacaan dan perbedaan doa bagi jenazah laki-laki dan perempuan.

Oleh karena itu, penting mempelajari sholat jenazah agar dapat melaksanakannya dengan benar ketika diperlukan.

Apa Hukum Sholat Jenazah?

Dalam fikih Islam, sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah.

Artinya, kewajiban tersebut ditujukan kepada umat Islam secara kolektif. Apabila sudah dilaksanakan oleh sebagian orang yang memenuhi ketentuan, kewajiban kolektif bagi yang lain menjadi gugur.

Sebaliknya, apabila kewajiban tersebut ditinggalkan oleh seluruh pihak yang berkewajiban tanpa alasan yang dibenarkan, mereka menanggung tanggung jawab atas kelalaian tersebut.

Selain sholat jenazah, pengurusan jenazah juga mencakup memandikan, mengafani, dan menguburkan sesuai ketentuan syariat.

Sholat jenazah bukan sekadar tradisi kemasyarakatan, melainkan ibadah yang memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Apa Perbedaan Sholat Jenazah dengan Sholat Biasa?

Perbedaan utama terletak pada gerakan dan susunan bacaannya.

Sholat jenazah tidak memiliki rukuk dan sujud. Seluruh rangkaian utamanya dilakukan dalam keadaan berdiri bagi orang yang mampu.

Pelaksanaannya juga tidak menggunakan rakaat sebagaimana sholat lima waktu.

Sebagai gantinya, terdapat empat takbir yang disertai bacaan Al-Fatihah, sholawat, dan doa untuk jenazah.

1. Memenuhi Syarat sebelum Sholat Jenazah

Sebelum melaksanakan sholat jenazah, seseorang perlu memenuhi syarat sah sholat yang berlaku.

Di antaranya adalah bersuci dari hadas, memastikan kesucian pakaian dan tempat, menutup aurat, serta menghadap kiblat.

Jenazah yang disholatkan juga perlu memenuhi ketentuan pengurusan jenazah sesuai keadaan dan hukum yang berlaku.

Bagi orang yang mampu, sholat jenazah dilaksanakan dengan berdiri.

Apabila seseorang tidak mampu berdiri karena uzur yang dibenarkan, terdapat keringanan sesuai ketentuan fikih.

Dalam pelaksanaan berjamaah, makmum mengikuti imam dan menjaga ketertiban saf.

2. Bacaan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki

Niat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan sholat jenazah.

Berikut contoh lafal niat untuk jenazah laki-laki ketika sholat sendirian:

أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushallī ‘alā hādzal-mayyiti fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku berniat melaksanakan sholat atas jenazah laki-laki ini sebagai kewajiban karena Allah Taala."

Bacaan tersebut merupakan contoh lafal untuk membantu menghadirkan niat.

Hal yang menjadi pokok adalah niat dalam hati ketika melakukan takbiratul ihram, bukan kewajiban melafalkannya secara lisan.

3. Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan

Untuk jenazah perempuan, contoh lafal niatnya adalah:

أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Ushallī ‘alā hādzihil-mayyitati fardhan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: "Aku berniat melaksanakan sholat atas jenazah perempuan ini sebagai kewajiban karena Allah Taala."

Apabila menjadi makmum, niat perlu mencakup keikutsertaan mengikuti imam.

Perbedaan lafal tersebut membantu menyesuaikan identitas jenazah, tetapi niat tetap berada dalam hati.

4. Takbir Pertama Dilanjutkan Membaca Al-Fatihah

Setelah niat, seseorang mengangkat tangan dan mengucapkan takbiratul ihram:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allāhu akbar.

Artinya: "Allah Maha Besar."

Setelah itu, membaca Surah Al-Fatihah.

Dalam penjelasan fikih Syafi'i, membaca Al-Fatihah merupakan salah satu rukun sholat jenazah.

Bacaan dilakukan dengan suara pelan sesuai tuntunan.

Tidak perlu membaca surah pendek setelah Al-Fatihah sebagaimana yang biasa dilakukan dalam sholat lainnya.

Begitu pula tidak disunahkan membaca doa iftitah pada sholat jenazah menurut penjelasan fikih tersebut.

Baca Juga: Apa Hukum Sholat Jenazah? Simak Penjelasan Lengkap Beserta Rukun dan Tata Caranya

5. Takbir Kedua Dilanjutkan Membaca Sholawat

Setelah membaca Al-Fatihah, lakukan takbir kedua.

Kemudian bacalah sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah satu bacaan ringkas yang dapat digunakan adalah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Latin: Allāhumma shalli ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad."

Bacaan sholawat dapat dilengkapi dengan sholawat Ibrahimiyah sesuai tuntunan.

Pada tahap ini, tidak terdapat gerakan rukuk atau sujud.

Setelah selesai membaca sholawat, jamaah melanjutkan ke takbir berikutnya.

6. Takbir Ketiga dan Doa untuk Jenazah Laki-Laki

Setelah takbir ketiga, bacalah doa memohon ampunan dan rahmat bagi jenazah.

Contoh doa ringkas bagi jenazah laki-laki adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Latin: Allāhummaghfir lahu warhamhu wa ‘āfihi wa‘fu ‘anhu.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berikanlah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah dia."

Bacaan ini berasal dari rangkaian doa yang lebih panjang dalam tuntunan sholat jenazah.

Orang yang mampu dan telah menghafal bacaan lengkap dapat mengamalkannya sesuai tuntunan.

7. Doa untuk Jenazah Perempuan

Untuk jenazah perempuan, bentuk kata ganti dalam doa disesuaikan.

Contoh bacaan ringkasnya adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا

Latin: Allāhummaghfir lahā warhamhā wa ‘āfihā wa‘fu ‘anhā.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berikanlah keselamatan kepadanya, dan maafkanlah dia."

Perbedaan antara lahu dan lahā berkaitan dengan kata ganti untuk jenazah laki-laki dan perempuan.

Bagi orang yang baru belajar, perbedaan ini dapat dipahami secara bertahap melalui bimbingan guru atau ustaz.

8. Takbir Keempat dan Doa Penutup

Setelah membaca doa untuk jenazah, lakukan takbir keempat.

Dalam fikih Syafi'i, setelah takbir keempat disunahkan membaca doa, antara lain:

اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Latin: Allāhumma lā tahrimnā ajrahu wa lā taftinnā ba‘dahu waghfir lanā wa lahu.

Artinya: "Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi kami dari pahala yang berkaitan dengannya, janganlah Engkau menguji kami sepeninggalnya, dan ampunilah kami serta dia."

Bacaan tersebut digunakan untuk jenazah laki-laki.

Bagi jenazah perempuan, kata ganti disesuaikan menjadi ajrahā, ba‘dahā, dan lahā.

Doa setelah takbir keempat merupakan amalan sunah menurut penjelasan fikih Syafi'i, sedangkan empat takbir termasuk rukun.

9. Mengakhiri Sholat Jenazah dengan Salam

Setelah takbir keempat dan doa, sholat diakhiri dengan salam.

Bacaannya adalah:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Latin: Assalāmu ‘alaikum wa rahmatullāh.

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian."

Dalam praktik mazhab Syafi'i, salam merupakan salah satu rukun sholat jenazah.

Setelah salam, rangkaian sholat telah selesai.

Bagaimana Posisi Imam ketika Menyalatkan Jenazah?

Dalam tuntunan sholat jenazah, terdapat perbedaan posisi imam terhadap jenazah laki-laki dan perempuan.

Untuk jenazah laki-laki, imam berdiri sejajar dengan bagian kepala.

Sementara itu, bagi jenazah perempuan, imam berdiri sejajar dengan bagian tengah badan.

Pengaturan tersebut merupakan bagian dari tata cara yang dijelaskan para ulama berdasarkan riwayat pelaksanaan sholat jenazah.

Makmum mengikuti imam dalam saf yang teratur.

Apakah Sholat Jenazah Boleh Dilakukan Sendirian?

Sholat jenazah dapat dilaksanakan sendirian apabila memenuhi persyaratan.

Namun, pelaksanaan secara berjamaah mempunyai keutamaan tersendiri.

Ketika terdapat kesempatan mengikuti sholat jenazah berjamaah, umat Islam dianjurkan berpartisipasi sesuai kemampuan dan keadaan.

Yang perlu diutamakan adalah pelaksanaan rukun dengan benar serta menjaga ketertiban.

Baca Juga: Hukum Sholat Jenazah: Keutamaan, Dalil, Syarat, dan Tata Cara Lengkap

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Salah satu kekeliruan adalah menganggap sholat jenazah mempunyai rukuk dan sujud sebagaimana sholat biasa.

Kesalahan lain adalah belum memahami bahwa takbiratul ihram merupakan takbir pertama dari empat takbir.

Selain itu, bacaan untuk jenazah laki-laki dan perempuan perlu diperhatikan terutama pada bagian doa.

Jika sedang mempelajari sholat jenazah, mintalah bimbingan kepada guru fikih agar dapat memahami susunan rukun dan sunahnya.

Mempelajari sholat jenazah merupakan bagian dari kesiapan seorang Muslim dalam memenuhi kewajiban sosial keagamaan.

Dengan memahami niat, empat takbir, Al-Fatihah, sholawat, doa, dan salam, umat Islam dapat melaksanakan ibadah tersebut secara lebih tertib serta memberikan penghormatan terakhir kepada saudara seiman yang telah meninggal dunia.

Tags:
Sholat Jenazah Tata Cara Sholat Jenazah Doa Jenazah Fardhu Kifayah fikih Syafii Khazanah Islam

Komentar Pengguna