KebonCinta.com - Kebahagiaan menjadi tujuan hidup yang ingin dicapai banyak orang. Namun, bagi masyarakat Finlandia, hidup bahagia bukan semata-mata tentang memiliki kekayaan melimpah atau meraih kesuksesan. Negara yang kerap dinobatkan sebagai salah satu tempat paling bahagia di dunia ini justru memiliki prinsip hidup sederhana yang menarik untuk dipelajari.
Salah satu nilai yang dipegang masyarakat Finlandia tertuang dalam pepatah “Kell' onni on, se onnen kätkeköön”. Ungkapan tersebut mengandung pesan bahwa seseorang tidak perlu memamerkan kebahagiaan maupun membandingkan pencapaian hidupnya dengan orang lain.
Filosofi ini sejalan dengan cara masyarakat Finlandia memandang kehidupan. Alih-alih mengejar pengakuan sosial, mereka cenderung menghargai kesederhanaan, menikmati waktu bersama alam, serta membangun hubungan sosial yang dilandasi kejujuran dan rasa saling percaya.
Baca Juga: Jangan Sampai Lupa, Ini Cara Cek Password dan Jadwal AKGTK 2026 di EMIS GTK
Pola hidup tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dunia. Finlandia bahkan tercatat menduduki posisi teratas dalam World Happiness Report selama enam tahun berturut-turut pada periode yang disebutkan dalam laporan sebelumnya.
Lantas, apa saja kebiasaan yang dapat dipelajari dari masyarakat Finlandia untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia?
Filsuf sekaligus peneliti psikologi asal Finlandia, Frank Martela, mengungkapkan tiga hal yang cenderung dihindari masyarakat di negaranya dan berkaitan dengan cara mereka menjaga kebahagiaan.
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain kerap membuat seseorang merasa tertinggal, meskipun sebenarnya telah mencapai banyak hal dalam hidupnya. Masyarakat Finlandia memiliki pandangan berbeda dengan menempatkan kesederhanaan dan kepuasan pribadi sebagai bagian penting dari kebahagiaan.
Menurut Frank Martela, warga Finlandia tidak terlalu gemar memamerkan kekayaan maupun pencapaian mereka. Pandangan ini sejalan dengan filosofi hidup yang menekankan pentingnya menikmati kebahagiaan tanpa harus menjadikannya sebagai bahan perbandingan sosial.
Prinsip tersebut mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak harus dibuktikan melalui pengakuan orang lain. Seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih tenang ketika mampu menentukan prioritas dan standar keberhasilannya sendiri.
Di tengah perkembangan media sosial yang kerap menampilkan pencapaian, kemewahan, dan kehidupan ideal orang lain, prinsip ini menjadi pengingat untuk lebih menghargai perjalanan pribadi.
Alih-alih sibuk mengejar standar kehidupan orang lain, seseorang dapat berfokus pada hal-hal yang benar-benar bermakna bagi dirinya. Dengan demikian, kebahagiaan tidak selalu bergantung pada seberapa jauh pencapaian seseorang dibandingkan orang lain.
Hubungan dengan alam menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat Finlandia. Bagi mereka, alam bukan sekadar tempat untuk berwisata, melainkan juga ruang untuk memulihkan energi, menenangkan pikiran, dan menjaga keseimbangan hidup.
Survei Sitra pada 2021 menunjukkan bahwa 87 persen masyarakat Finlandia menganggap alam memiliki peran penting dalam kehidupan mereka. Keberadaan lingkungan alami dinilai memberikan ketenangan, energi, serta kesempatan untuk beristirahat dari rutinitas sehari-hari.
Kedekatan tersebut juga tercermin dalam kebiasaan menghabiskan masa liburan. Pekerja di Finlandia umumnya memiliki hak cuti tahunan yang dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, termasuk menikmati liburan musim panas di kawasan pedesaan.
Alih-alih selalu memilih destinasi mewah dengan fasilitas lengkap, sebagian orang justru menikmati pengalaman sederhana di tengah alam. Menginap di pondok, berjalan di hutan, atau menghabiskan waktu di tepi danau menjadi cara untuk melepaskan diri dari kesibukan.
Bagi masyarakat Finlandia, pengalaman semacam ini memberikan kesempatan untuk kembali terhubung dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Kebiasaan tersebut juga relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di luar Finlandia. Menyempatkan diri berjalan di taman, menikmati udara segar, atau mengurangi waktu di depan layar dapat menjadi langkah sederhana untuk menciptakan ruang istirahat di tengah aktivitas yang padat.
Faktor lain yang berkaitan dengan kebahagiaan masyarakat Finlandia adalah tingginya kepercayaan sosial. Hubungan yang dibangun atas dasar kejujuran membuat masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan perasaan lebih aman.
Penelitian yang dipublikasikan oleh National Bureau of Economic Research menunjukkan adanya hubungan antara kesejahteraan masyarakat dan berbagai faktor sosial, termasuk kepercayaan serta perilaku prososial.
Gambaran mengenai kejujuran masyarakat Finlandia juga terlihat dalam eksperimen yang dilakukan Reader's Digest pada 2022. Dalam pengujian tersebut, peneliti menjatuhkan 192 dompet di 16 kota di berbagai negara untuk melihat bagaimana orang merespons barang yang ditemukan.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa 11 dari 12 dompet yang dijatuhkan di Helsinki berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir