KebonCinta.com — Pemerintah Kabupaten Bekasi akhirnya menetapkan lokasi baru bagi tiga sekolah dasar yang terdampak pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan atau Japek Selatan.
Sekolah tersebut adalah SDN Burangkeng 03, SDN Burangkeng 04 dan SDN Ciledug 03.
Ketiganya berada di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Lokasi sekolah saat ini terdampak jalur pembangunan tol dan berada berdekatan dengan pilar-pilar besar jalan tersebut.
Proses pencarian lokasi pengganti telah berlangsung cukup lama.
Pemkab Bekasi menyebut usulan relokasi bahkan telah diajukan sekitar dua tahun sebelumnya.
“Sudah kami tetapkan,” ujar Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja.
Ia menjelaskan hasil penetapan selanjutnya akan dikirim ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembangunan gedung pengganti nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait pembangunan tol.
Penentuan lokasi baru dilakukan melalui kajian teknis.
Baca Juga: Cara Menuliskan Pengalaman Organisasi dalam Formulir Beasiswa agar Relevan
Sejumlah kandidat lahan terlebih dahulu disurvei kemudian diberikan nilai oleh tim.
Lahan dengan penilaian paling sesuai akhirnya dipilih menjadi lokasi pembangunan sekolah baru.
Pemkab Bekasi menegaskan metode tersebut digunakan agar keputusan didasarkan pada kelayakan teknis.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Imam Faturahman berharap proses administratif dapat segera diselesaikan.
Tujuannya agar pembangunan gedung sekolah baru dapat segera dimulai.
Pemerintah berharap siswa terdampak sudah dapat menggunakan fasilitas baru mulai tahun ajaran mendatang.
Secara keseluruhan terdapat lima sekolah yang terdampak pembangunan Japek Selatan.
Selain tiga sekolah dasar tersebut, terdapat SMPN 1 Setu dan SMKN 1 Setu.
Relokasi SMKN 1 Setu telah lebih dahulu dilakukan karena tersedia lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Gedung baru sekolah tersebut bahkan telah selesai dan sudah digunakan.
Sementara untuk SMPN 1 Setu, lokasi telah tersedia dan proses pembangunan menjadi tahapan berikutnya.
Relokasi sekolah bukan hanya persoalan memindahkan gedung.
Pemerintah perlu memastikan lokasi baru tetap mudah dijangkau siswa dan mempunyai fasilitas pembelajaran yang memadai.
Keamanan siswa juga menjadi pertimbangan penting mengingat aktivitas konstruksi dan kendaraan di sekitar proyek jalan tol.
Pembangunan infrastruktur besar memang dapat memberikan manfaat terhadap konektivitas.
Namun fasilitas publik yang terdampak tetap harus mendapatkan pengganti yang layak agar pelayanan masyarakat tidak berkurang.
Kepastian lokasi baru untuk tiga SD tersebut kini menjadi langkah awal.
Tahapan berikutnya adalah memastikan pembangunan dapat segera dilaksanakan sehingga kegiatan belajar siswa tidak terus terdampak proyek tol.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir