KebonCinta.com — Persiapan Tes Kemampuan Akademik atau TKA untuk jenjang SD dan SMP di Jawa Barat mulai memasuki proses penjaminan mutu soal.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026 di Kampus Jayagiri BBPMP Provinsi Jawa Barat, Bandung Barat.
Sebanyak 128 orang terlibat dalam proses tersebut.
Peserta terdiri atas 108 penulis soal TKA, 10 penjamin mutu dari unsur guru SMA dan SMK, empat penjamin mutu dari BBPMP serta enam narasumber pusat.
Proses ini dilakukan untuk memastikan soal yang nantinya digunakan benar-benar memenuhi standar asesmen.
Setiap soal tidak hanya diperiksa dari sisi jawaban benar dan salah.
Tim juga melakukan telaah terhadap substansi, konstruksi soal, penggunaan bahasa, kesesuaian kompetensi, objektivitas hingga kualitas instrumen.
Soal kemudian dibahas, divalidasi, diperbaiki dan disempurnakan sebelum memasuki tahap finalisasi.
BBPMP Jawa Barat menyebut proses penjaminan mutu menjadi bagian penting agar instrumen TKA dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah kegiatan selesai, penulis soal masih harus menindaklanjuti berbagai catatan perbaikan.
Soal hasil revisi kemudian kembali diverifikasi oleh tim penjamin mutu.
Baca Juga: TKA 2026 Diawasi Ketat, Ini Pelanggaran yang Bisa Bikin Peserta Dapat Nilai Nol
Konsultasi kepada narasumber pusat juga dapat dilakukan apabila ditemukan bagian yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut.
Persiapan tersebut berlangsung bersamaan dengan tahapan TKA 2026 untuk jenjang SMA, SMK, MA dan sederajat yang sudah memasuki gladi bersih.
Gladi bersih dibagi dalam dua gelombang.
Gelombang pertama berlangsung pada 5 hingga 11 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan 12 hingga 18 Oktober.
Pelaksanaan utama TKA dan Asesmen Nasional dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Tahun ini juga terdapat sejumlah perubahan mekanisme untuk peserta jenjang SMA dan sederajat.
Salah satunya adalah pembagian mata pelajaran wajib.
Pada pelaksanaan 2025, tiga mata pelajaran wajib dapat dilaksanakan dalam satu hari.
Pada 2026, satu mata pelajaran wajib dilaksanakan dalam satu hari untuk mengurangi kelelahan kognitif peserta.
Durasi pengerjaan juga mengalami perubahan.
Matematika diberikan waktu 75 menit untuk 25 soal, sedangkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris masing-masing diberikan 75 menit untuk 30 soal.
Akomodasi bagi murid berkebutuhan khusus turut diperluas.
Peserta tuna netra, tuna rungu serta murid dengan hambatan belajar spektrum ringan mendapatkan penyesuaian dalam pelaksanaan asesmen.
Persiapan soal sejak awal menjadi penting karena hasil TKA nantinya tidak hanya berbentuk angka.
Data hasil asesmen juga dapat digunakan untuk melihat capaian kompetensi murid berdasarkan indikator pada masing-masing mata pelajaran.
Dengan proses penjaminan mutu yang melibatkan penulis, guru, BBPMP dan narasumber pusat, pemerintah berharap instrumen TKA semakin berkualitas sekaligus sesuai dengan kemampuan yang memang ingin diukur.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir