Pendidikan
Al Fina

TKA SMA 2026 Diikuti 3,86 Juta Murid, Apakah Nilainya Menentukan Kelulusan? Ini Jawaban Mendikdasmen

TKA SMA 2026 Diikuti 3,86 Juta Murid, Apakah Nilainya Menentukan Kelulusan? Ini Jawaban Mendikdasmen

27 Oktober 2026 | 18:24

KebonCinta.com - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SMA, MA, SMK, dan sederajat mendapat perhatian besar dari kalangan siswa maupun orang tua. Sebanyak 3.864.195 murid tercatat mendaftar untuk mengikuti asesmen tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan TKA jenjang SMA dan sederajat pada 2025 yang diikuti sekitar 3,4 juta murid.

Tingginya jumlah peserta turut memunculkan pertanyaan mengenai fungsi dan dampak hasil tes terhadap masa depan siswa. Sejumlah orang tua menilai terdapat kesan bahwa murid didorong untuk mengikuti TKA. Sementara itu, beberapa siswa mengaku merasa tegang menghadapi ujian hingga mengikuti les tambahan demi mempersiapkan diri.

Di tengah berbagai kekhawatiran tersebut, satu pertanyaan yang banyak muncul adalah apakah nilai TKA 2026 akan menentukan kelulusan siswa dari sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan siswa. Menurutnya, asesmen ini digunakan untuk memetakan kemampuan akademik murid sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan mutu pendidikan.

"Jadi semua sudah terstandar dan hasilnya nanti akan menggambarkan bagaimana kemampuan dari murid-murid kita. Dan ini bukan soal gagal atau berhasil. Karena TKA ini tujuannya adalah untuk memetakan mutu pendidikan," ujar Abdul Mu'ti saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/10/2026), sebagaimana dikutip dari keterangan resminya.

Baca Juga: Mulai 2027 Status Guru Berubah? Ini Nasib PPPK Paruh Waktu dan Guru Non-ASN Setelah 31 Desember 2026 

TKA Bukan Penentu Kelulusan, Lalu Apa Fungsinya?

TKA dirancang untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan akademik siswa melalui asesmen yang terstandar. Hasilnya dapat digunakan untuk mengetahui capaian kompetensi murid, bukan untuk menentukan apakah seorang siswa berhasil atau gagal menyelesaikan pendidikan di sekolah.

Dengan fungsi tersebut, hasil TKA perlu dipahami sebagai informasi yang membantu proses pembelajaran. Nilai yang diperoleh dapat menunjukkan aspek kemampuan yang sudah dikuasai siswa maupun bagian yang masih membutuhkan peningkatan.

Karena itu, pelaksanaan TKA tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari perjalanan akademik murid. Sebaliknya, asesmen ini menjadi salah satu cara untuk mengetahui kebutuhan belajar siswa secara lebih terarah.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA pada pertengahan tahun ajaran memberikan kesempatan bagi siswa untuk memperbaiki kemampuan sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.

Setelah hasil tes diketahui, siswa dan guru dapat mengidentifikasi bagian pembelajaran yang masih perlu diperkuat. Murid pun masih mempunyai waktu untuk mendalami materi yang belum dikuasai selama sisa masa belajar.

"Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi. Masih memiliki waktu belajar untuk memperdalam mereka kurangnya di mana, kemudian yang perlu diperbaiki pada aspek mana saja," ucapnya.

Dengan demikian, hasil TKA dapat menjadi bahan refleksi bagi siswa untuk mengevaluasi cara belajar dan memahami kebutuhan akademiknya. Nilai yang belum sesuai harapan tidak harus dimaknai sebagai kegagalan, tetapi dapat menjadi petunjuk mengenai aspek yang perlu ditingkatkan.

Soal TKA Dirancang untuk Mengukur Kemampuan Berpikir

Selain menegaskan fungsi asesmen, Mendikdasmen menjelaskan bahwa penyusunan soal TKA memperhatikan standar validitas dan reliabilitas. Bentuk soal dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir siswa, termasuk melalui pertanyaan kontekstual.

Artinya, asesmen tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal materi atau melakukan perhitungan secara langsung. Siswa juga dihadapkan pada soal yang mendorong penggunaan penalaran untuk memahami persoalan dan menentukan jawaban.

Pendekatan tersebut membuat hasil tes dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan akademik murid berdasarkan kompetensi yang diukur.

Hasil TKA Dapat Membantu Siswa Mengenali Potensi Akademik

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) BKPDM Kemendikdasmen, Rahmawati, sebelumnya menjelaskan bahwa hasil TKA dapat membantu siswa memetakan minat dan bakat dalam jalur akademik, sekaligus menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan karier.

Menurutnya, capaian dalam asesmen dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa pada bidang akademik. Informasi tersebut bisa digunakan untuk meninjau kesiapan dalam mengejar program studi tertentu di perguruan tinggi.

Sebagai contoh, siswa yang mengincar program studi dengan persaingan masuk ketat dapat menggunakan hasil TKA untuk mengevaluasi kemampuan akademiknya. Apabila nilainya masih berada di bawah rata-rata populasi, siswa dapat mempertimbangkan strategi belajar yang lebih kuat atau meninjau kembali rencana pendidikan berdasarkan kemampuan dan tujuannya.

Hasil tes dengan demikian bukan satu-satunya dasar dalam menentukan masa depan siswa.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
1 / 2
LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:
TKA SMA 2026 kemendikdasmen Tes Kemampuan Akademik nilai kelulusan

Komentar Pengguna