KebonCinta.com – Kabar bagi lulusan SMA/SMK dan sederajat yang ingin berkarier sebagai prajurit TNI. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) membuka penerimaan Calon Bintara (Caba) dan Calon Tamtama (Cata) Prajurit Karier (PK) Gelombang I Tahun Anggaran 2027.
Rekrutmen ini memberikan kesempatan kepada warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI AD. Selain lulusan SMA/SMK/MA sederajat, calon peserta dengan ijazah D1, D3, D4, maupun S1 juga diperkenankan mendaftar sesuai ketentuan penerimaan.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Penerimaan Caba dan Cata PK Gelombang I 2027 ini dikhususkan bagi peserta pria.
Informasi mengenai persyaratan, jadwal, dan mekanisme pendaftaran perlu dipahami sejak awal agar calon peserta tidak melewatkan tahapan seleksi.
Baca Juga: LAN Perbarui Pedoman Orientasi PPPK 2026, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui Pegawai Baru
Berdasarkan informasi penerimaan yang menjadi acuan, pendaftaran online Caba PK TNI AD dibuka mulai 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027. Sementara itu, pendaftaran online Cata PK TNI AD berlangsung lebih lama, yakni mulai 1 Oktober 2026 sampai 10 Februari 2027.
Meski sama-sama termasuk rekrutmen Gelombang I 2027, kedua jalur tersebut mempunyai batas waktu pendaftaran dan validasi yang berbeda.
Karena itu, calon peserta perlu menentukan jalur yang sesuai dan mencatat tenggat waktu masing-masing.
Berikut jadwal lengkap penerimaan Caba dan Cata PK TNI AD Gelombang I 2027 berdasarkan referensi yang tersedia.
Berikut jadwal yang perlu kamu ketahui:
Pendaftaran online: 1 Oktober 2026–13 Januari 2027.
Validasi atau daftar ulang: 1 Oktober 2026–15 Januari 2027.
Masuk pendidikan: 6 Februari 2027.
Adapun untuk rekrutmen Tamtama pada:
Pendaftaran online: 1 Oktober 2026–10 Februari 2027.
Validasi atau daftar ulang: 1 Oktober 2026–20 Februari 2027.
Masuk pendidikan: 6 Maret 2027.
Perbedaan jadwal tersebut membuat calon peserta perlu memperhatikan jalur yang dipilih. Jangan hanya berpatokan pada batas pendaftaran online karena proses validasi atau daftar ulang juga memiliki tenggat tersendiri.
Salah satu informasi penting dalam rekrutmen TNI AD Gelombang I 2027 adalah kesempatan bagi calon peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Calon Tamtama PK dapat berasal dari lulusan SMA/MA/SMK sederajat maupun pemegang ijazah D1, D3, D4, dan S1. Ketentuan serupa juga berlaku untuk calon Bintara PK, dengan persyaratan nilai yang perlu diperhatikan sesuai jenjang dan tahun kelulusan.
Ijazah pendidikan tertinggi akan digunakan dalam proses pendaftaran. Dengan demikian, calon peserta yang memiliki pendidikan lanjutan perlu menyiapkan dokumen pendidikan tersebut sesuai ketentuan.
Khusus calon Bintara, persyaratan nilai rata-rata rapor atau nilai ujian juga menjadi bagian yang harus diperiksa sebelum mendaftar.
Untuk lulusan SMA/MA/SMK tahun 2023 hingga 2026, misalnya, referensi mencantumkan nilai rata-rata minimal 70 untuk tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.
Sementara itu, ketentuan nilai bagi lulusan tahun sebelumnya berbeda sesuai tahun kelulusan. Calon peserta perlu mencocokkan persyaratan tersebut dengan ijazah dan rapor yang dimiliki.
Perbedaan jalur Bintara dan Tamtama juga terlihat dari pangkat yang diperoleh setelah peserta menyelesaikan pendidikan pertama dan memenuhi ketentuan pengangkatan.
Calon Tamtama yang lulus pendidikan pertama akan memperoleh pangkat Prajurit Dua (Prada). Adapun calon Bintara yang lulus akan memperoleh pangkat Sersan Dua (Serda).
Informasi ini dapat menjadi pertimbangan bagi calon peserta ketika menentukan jalur penerimaan yang akan diikuti.
Namun, pilihan jalur tetap harus disesuaikan dengan persyaratan pendidikan, nilai, usia, kondisi fisik, dan ketentuan lain yang ditetapkan dalam rekrutmen.
Selain memenuhi ketentuan pendidikan, calon peserta wajib memenuhi persyaratan umum berikut:
Selain itu, terdapat persyaratan khusus mengenai status peserta, pendidikan, nilai, tinggi badan, status perkawinan, serta kesediaan menjalani ikatan dinas.
Calon peserta juga harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia dan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan maupun pengujian penerimaan.
Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi penerimaan prajurit TNI AD di https://ad.rekrutmen-tni.mil.id/.
Berikut tahapan yang perlu diperhatikan:
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain akta kelahiran, KTP calon peserta, fotokopi KTP orang tua atau wali, ijazah, rapor, SKCK, kartu BPJS/JKN-KIS aktif, pasfoto, dan formulir pendaftaran online.
Peserta yang memiliki wali juga perlu membawa dokumen perwalian dari pengadilan sesuai ketentuan.
Perlu diperhatikan, formulir pendaftaran yang dicetak dan lembar permohonan menjadi prajurit TNI AD perlu dipersiapkan mengikuti arahan panitia. Dalam referensi yang tersedia, peserta diminta membawa dokumen tertentu dalam keadaan kosong untuk memperoleh penjelasan pengisian ketika validasi.
Calon peserta sebaiknya tidak hanya berfokus pada pendaftaran online. Tahapan validasi, kelengkapan dokumen, serta pemeriksaan seleksi juga harus dipersiapkan dengan baik.
Informasi terbaru mengenai persyaratan dan pelaksanaan penerimaan dapat diperiksa melalui portal resmi https://ad.rekrutmen-tni.mil.id/.
Mengingat seleksi prajurit memiliki sejumlah persyaratan khusus, calon peserta perlu memastikan seluruh dokumen dan kondisi yang dipersyaratkan telah sesuai sebelum mengikuti tahapan berikutnya.
Dengan memahami jadwal dan ketentuan sejak awal, calon Bintara maupun Tamtama dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah untuk mengikuti penerimaan TNI AD Gelombang I 2027.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir