Kampus
Hilmi An Naufal

Unik! Unisa Yogyakarta Ubah Donasi Botol Plastik Jadi Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu

Unik! Unisa Yogyakarta Ubah Donasi Botol Plastik Jadi Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu

09 Oktober 2026 | 09:43

KebonCinta.com — Sampah botol plastik yang biasanya langsung dibuang setelah sebuah acara kini dimanfaatkan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa.

Program tersebut menjadi bagian dari Unisa Fest 2026 yang berlangsung pada 9 hingga 10 Oktober 2026.

Masyarakat dapat datang menikmati rangkaian kegiatan sekaligus membawa botol plastik bekas untuk didonasikan.

Botol yang terkumpul nantinya dipilah dan dikelola agar mempunyai nilai ekonomi.

Hasil pengelolaan tersebut akan digunakan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

“Botol plastik ini nantinya akan kita kelola menjadi beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta Sinta Maharani.

Ia menjelaskan gerakan tersebut menggabungkan dua misi sekaligus.

Pertama adalah mengurangi timbulan sampah plastik dari kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung.

Kedua adalah mengubah sampah menjadi sumber dana sosial yang bermanfaat bagi mahasiswa.

Pengelolaan botol melibatkan Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah atau Madaris Unisa Yogyakarta.

Kelompok tersebut selama ini juga menjalankan kegiatan filantropi di lingkungan kampus.

Baca Juga: Ramai Isu Gaji PNS Dibayar Lewat Koperasi, Kemenkop Tegaskan Belum Ada Keputusan Resmi 

Unisa sebenarnya telah memiliki sistem pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Namun Unisa Fest 2026 menjadi momentum untuk mengajak masyarakat luas ikut terlibat.

Kampus menilai acara dengan pengunjung dalam jumlah besar biasanya menghasilkan banyak sampah kemasan.

Daripada menjadi beban lingkungan, botol plastik tersebut dikumpulkan dan diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai.

Gerakan sosial serupa sebelumnya juga dilakukan melalui program sedekah.

Pada 2025, Unisa Yogyakarta mengalokasikan sekitar Rp61 juta dari program filantropi untuk membantu sekitar 22 mahasiswa kurang mampu.

Kriteria penerima bantuan ditentukan melalui mekanisme yang melibatkan LazisMu di lingkungan kampus.

Dengan cara tersebut, bantuan diharapkan sampai kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Unisa Fest tahun ini juga melibatkan berbagai kegiatan masyarakat.

Salah satunya Charity Fun Walk yang membawa misi sosial bagi pelaku UMKM disabilitas.

Seluruh hasil tiket kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung UMKM penyandang disabilitas.

Panitia juga melibatkan puluhan UMKM dari lingkungan sekitar kampus.

Konsep tersebut membuat festival tidak hanya menjadi acara hiburan mahasiswa.

Kegiatan kampus sekaligus menjadi ruang untuk mendorong kesadaran lingkungan, solidaritas sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Gerakan botol plastik untuk beasiswa memberikan contoh bahwa membantu pendidikan tidak selalu harus dimulai dari donasi uang dalam jumlah besar.

Barang yang sering dianggap sampah pun dapat memiliki manfaat ketika dikumpulkan dan dikelola secara konsisten.

Bagi mahasiswa penerima, nilai dari satu botol mungkin terlihat kecil.

Namun ketika ribuan orang ikut berpartisipasi, kumpulan botol tersebut dapat berubah menjadi dukungan nyata untuk mempertahankan kesempatan seseorang menyelesaikan pendidikan.

Tags:
Beasiswa Mahasiswa Unisa Yogyakarta Unisa Fest 2026 Sampah Plastik Mahasiswa Lingkungan Kampus

Komentar Pengguna