Beasiswa
Hilmi An Naufal

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Dana Beasiswa, Masyarakat Bisa Ikut Berdonasi

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Dana Beasiswa, Masyarakat Bisa Ikut Berdonasi

07 Oktober 2026 | 06:13

KebonCinta.com — Botol plastik bekas yang biasanya berakhir sebagai sampah kini dimanfaatkan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa.

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian Unisa Fest 2026 yang akan berlangsung pada 9 hingga 10 Oktober 2026.

Masyarakat yang datang ke kegiatan dapat membawa dan mendonasikan botol plastik bekas.

Botol yang terkumpul kemudian dikelola sehingga mempunyai nilai ekonomi.

Hasil pengelolaannya akan digunakan untuk membantu beasiswa mahasiswa kurang mampu di Unisa Yogyakarta.

“Tapi nanti yang datang bisa mendonasikan sampah botol plastik kemasan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta Sinta Maharani.

Ia menjelaskan pengumpulan akan dilakukan selama dua hari pelaksanaan Unisa Fest di lingkungan kampus.

Pengelolaan botol plastik dilakukan oleh Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah atau Madaris Unisa Yogyakarta.

Baca Juga: Beasiswa Bakti Nusa 2026 Dibuka untuk Mahasiswa Angkatan 2023, Ada Dana Aktivitas Rp500 Ribu per Bulan 

“Madaris Unisa Yogyakarta akan mengelola hasil botol plastik selama acara untuk beasiswa,” katanya.

Artinya, program ini bukan skema mahasiswa membayar UKT langsung menggunakan sejumlah botol plastik.

Sampah yang terkumpul terlebih dahulu dikelola dan nilai ekonominya kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu sumber dana bantuan pendidikan.

Konsep donasi botol plastik dalam Unisa Fest baru pertama kali diterapkan tahun ini.

Namun pengelolaan sampah bukan hal baru di lingkungan kampus.

Unisa telah mempunyai sistem pemilahan sampah organik dan nonorganik, termasuk pemisahan botol plastik.

Panitia melihat banyaknya sampah kemasan setelah sebuah acara sebagai persoalan yang dapat diubah menjadi peluang sosial.

Botol plastik tidak hanya dikumpulkan untuk mengurangi sampah.

Nilainya juga diarahkan membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Unisa sebelumnya telah menjalankan beberapa program filantropi.

Salah satunya Gerakan Serdadu atau Seribu dan Dua Ribu yang mengajak warga kampus menyisihkan sebagian uang untuk bersedekah.

Hasil program tersebut kemudian digabungkan dengan sumber dana sosial lainnya.

Pada 2025, Unisa Yogyakarta mencatat sekitar Rp61 juta dana sedekah berhasil dialokasikan kepada sekitar 22 mahasiswa kurang mampu.

Penerima bantuan ditentukan berdasarkan kriteria yang melibatkan Lazismu di lingkungan Unisa.

Unisa Fest 2026 juga menghadirkan Charity Fun Walk.

Hasil penjualan tiket kegiatan tersebut direncanakan disalurkan kepada pelaku UMKM disabilitas.

Program ini menunjukkan bahwa kegiatan lingkungan dapat dipadukan dengan aksi sosial.

Satu botol mungkin memiliki nilai ekonomi yang kecil.

Namun apabila dikumpulkan oleh banyak orang, sampah tersebut dapat menjadi sumber dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Gerakan tersebut sekaligus mengajarkan bahwa menjaga lingkungan dan membantu pendidikan tidak selalu harus dilakukan melalui program yang rumit.

Sebuah botol plastik yang didonasikan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar.

Tags:
beasiswa Unisa Yogyakarta Mahasiswa Botol Plastik Beasiswa Mahasiswa Lingkungan pendidikan Unisa Fest 2026

Komentar Pengguna