Kampus
Hilmi An Naufal

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Dana Beasiswa, Masyarakat Bisa Ikut Berdonasi

Unisa Yogyakarta Sulap Botol Plastik Jadi Dana Beasiswa, Masyarakat Bisa Ikut Berdonasi

07 Oktober 2026 | 06:32

KebonCinta.com — Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta menghadirkan cara unik untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa sekaligus mengurangi sampah plastik.

Kampus tersebut mengajak masyarakat mendonasikan botol plastik bekas dalam rangkaian Unisa Fest 2026.

Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 10 Oktober 2026 di kawasan kampus Unisa Yogyakarta.

Masyarakat dapat mengikuti kegiatan secara gratis.

Namun pengunjung diajak membawa botol plastik bekas untuk disumbangkan.

“Tapi nanti yang datang bisa mendonasikan sampah botol plastik kemasan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta Sinta Maharani.

Botol plastik yang terkumpul selama dua hari kemudian tidak langsung dibuang.

Sampah tersebut akan dikelola oleh Mahasiswa Sadar Infak dan Sedekah atau Madaris Unisa Yogyakarta.

“Madaris Unisa Yogyakarta akan mengelola hasil botol plastik selama acara untuk beasiswa,” kata Sinta.

Hasil pengelolaan botol plastik akan digunakan membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya kuliah.

Program tersebut menjadi menarik karena menghubungkan dua persoalan sekaligus.

Di satu sisi, sampah plastik menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan pengelolaan.

Baca Juga: Mengapa Hari Santri Diperingati 22 Oktober? Ini Sejarah dan Makna yang Sebenarnya 

Di sisi lain, masih terdapat mahasiswa yang membutuhkan bantuan agar dapat menyelesaikan pendidikan.

Panitia kemudian mencoba menjadikan barang yang sering dianggap tidak bernilai menjadi sumber dukungan pendidikan.

Gerakan donasi botol plastik dalam Unisa Fest baru pertama kali dilakukan tahun ini.

Meski demikian, Unisa Yogyakarta sebelumnya sudah memiliki kegiatan pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Sampah botol juga telah dipisahkan agar lebih mudah dikelola.

Ide donasi muncul setelah kampus melihat banyak botol plastik tersisa setiap kali sebuah acara selesai digelar.

Daripada seluruh botol berakhir menjadi sampah, panitia melihat adanya potensi untuk mengolahnya kembali.

Hasilnya kemudian dapat digunakan membantu mahasiswa kurang mampu.

Program beasiswa berbasis kegiatan sosial sebenarnya bukan hal baru di lingkungan kampus tersebut.

Unisa juga memiliki Gerakan Serdadu atau Seribu dan Dua Ribu yang mengajak warga kampus rutin bersedekah.

Dana dari sejumlah program tersebut dikumpulkan untuk membantu mahasiswa.

Pada 2025, Unisa Yogyakarta mengalokasikan sekitar Rp61 juta dari program sedekah.

Dana tersebut diberikan kepada sekitar 22 mahasiswa kurang mampu.

Penentuan penerima dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan melalui LazisMu di lingkungan Unisa.

Selain donasi botol plastik, Unisa Fest 2026 juga menghadirkan Charity Fun Walk.

Hasil penjualan tiket kegiatan tersebut akan diberikan kepada pelaku UMKM disabilitas.

Program ini menunjukkan bahwa kegiatan kampus dapat sekaligus membawa pesan pendidikan, lingkungan dan kepedulian sosial.

Satu botol plastik mungkin terlihat memiliki nilai kecil.

Namun ketika ribuan orang melakukan hal sederhana yang sama, hasilnya dapat membantu mahasiswa mempertahankan kesempatan mereka untuk terus kuliah.

Tags:
beasiswa Unisa Yogyakarta Mahasiswa Sampah Plastik Lingkungan Kuliah Go Green

Komentar Pengguna