KebonCinta.com — Masyarakat Jawa Barat diminta lebih berhati-hati terhadap praktik percaloan dan penipuan lowongan kerja yang masih ditemukan dalam proses rekrutmen.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini memperkuat layanan digital agar pencari kerja dapat berhubungan lebih langsung dengan perusahaan tanpa melalui perantara.
Salah satu layanan yang digunakan adalah aplikasi Nyari Gawe.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mencari lowongan, melamar pekerjaan hingga memantau status lamaran secara digital.
Pemprov Jabar juga menyediakan jalur pengaduan melalui aplikasi Sapawarga bagi masyarakat yang menemukan dugaan percaloan atau pungutan liar dalam proses rekrutmen.
“Kalau susah dicari, tidak tahu orangnya siapa, akan kami telusuri di media sosial. Kami koordinasi dengan Disnakertrans daerah,” ujar Kepala Disnakertrans Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar.
Ia menjelaskan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh petugas pengawas ketenagakerjaan sesuai wilayah.
Masyarakat juga diminta menolak permintaan uang yang disertai janji dapat meloloskan seseorang menjadi karyawan.
Proses mencari kerja melalui jalur resmi seharusnya tidak menggunakan praktik percaloan.
Lalu bagaimana cara mencari lowongan yang lebih aman?
Pertama, gunakan platform resmi milik pemerintah seperti Nyari Gawe.
Aplikasi tersebut dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dapat digunakan untuk melihat lowongan berdasarkan kebutuhan pencari kerja.
Kedua, periksa nama perusahaan sebelum mengirimkan dokumen.
Pastikan informasi berasal dari kanal resmi perusahaan, website perusahaan maupun platform ketenagakerjaan pemerintah.
Ketiga, jangan langsung percaya apabila menerima pesan WhatsApp yang menyatakan Anda diterima kerja tanpa pernah mengikuti proses seleksi.
Modus seperti ini dapat menggunakan nama perusahaan terkenal agar korban percaya.
Baca Juga: Dapodik Tidak Bisa Sinkron? Cek Penyebab dan Solusi Aman Sebelum Instal Ulang
Keempat, jangan memberikan uang dengan alasan biaya administrasi, uang jaminan, biaya seragam maupun biaya agar dapat diprioritaskan masuk kerja.
Jika ada pihak yang meminta uang dengan iming-iming kelulusan, masyarakat sebaiknya melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Kelima, apabila masih ragu, hubungi atau datangi perusahaan secara langsung.
Perusahaan dapat mengonfirmasi apakah panggilan wawancara atau informasi kelulusan tersebut benar berasal dari mereka.
Bagi warga Jawa Barat, Nyari Gawe juga menyediakan fitur untuk melihat status lamaran.
Pengguna dapat mengetahui apakah dokumen sedang ditinjau, masuk tahap wawancara maupun tahapan lain yang tersedia.
Selain itu terdapat fitur tes psikologi dan kemampuan diri serta perencanaan karier.
Apabila menemukan dugaan calo, masyarakat dapat menggunakan layanan pengaduan Sapawarga.
Simpan bukti seperti tangkapan layar percakapan, nomor telepon, bukti transfer, nama pihak yang menghubungi maupun akun media sosial.
Bukti tersebut dapat membantu petugas melakukan penelusuran.
Pemerintah berharap digitalisasi proses pencarian kerja dapat mengurangi ruang bagi perantara tidak resmi.
Pencari kerja juga dapat memperoleh informasi yang lebih transparan dan langsung dari perusahaan.
Karena itu, masyarakat sebaiknya selalu mengutamakan kanal resmi dan tidak terburu-buru membayar uang ketika mendapatkan tawaran pekerjaan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir