Watermark ChatGPT Mulai Diterapkan di Uni Eropa, Bagaimana dengan Pengguna Indonesia?

Watermark ChatGPT Mulai Diterapkan di Uni Eropa, Bagaimana dengan Pengguna Indonesia?

08 Oktober 2026 | 18:21

KebonCinta.com - Kabar penerapan watermark pada teks ChatGPT memunculkan pertanyaan bagi pengguna di Indonesia: apakah jawaban yang mereka gunakan juga akan diberi penanda?

 Pengumuman OpenAI menunjukkan bahwa penerapan awal untuk ChatGPT dan Codex masih dibatasi pada Uni Eropa.

Melalui pengumuman resmi pada 5 Oktober 2026, OpenAI menyampaikan rencana penambahan watermark tak terlihat pada output teks yang memenuhi syarat. Pelaksanaannya dilakukan bertahap dalam beberapa pekan setelah pengumuman.

Penerapan Awal Mencakup Pengguna di Uni Eropa

OpenAI menyebut penerapan watermark teks akan menjangkau pengguna ChatGPT dan Codex yang memenuhi syarat di seluruh paket layanan di Uni Eropa.

Baca Juga: Menkomdigi Ingatkan Pengembangan AI Jangan Terlalu Terburu-buru, Dorong Prinsip Safety by Design 

Cakupan seluruh paket tersebut tetap memiliki batas wilayah. Artinya, pengumuman ini tidak menyatakan bahwa pengguna di semua negara langsung masuk dalam penerapan yang sama.

OpenAI memilih pendekatan regional untuk mempelajari penggunaan teknologi tersebut dan memperoleh masukan dari pemakaian di dunia nyata.

Indonesia Belum Masuk Cakupan Penerapan Awal

Bagi pengguna ChatGPT dan Codex di Indonesia, pengumuman tersebut belum menyatakan adanya penerapan watermark secara default.

OpenAI secara tegas menjelaskan bahwa watermark teks tidak dijadikan standar global saat peluncuran. Karena itu, kebijakan untuk pengguna di Uni Eropa tidak dapat langsung dianggap berlaku bagi seluruh pengguna Indonesia.

Namun, cakupan awal ini juga bukan kepastian bahwa Indonesia akan selamanya berada di luar penerapan. Dalam pengumuman yang sama, OpenAI menyebut pendekatannya dapat ditinjau kembali seiring perkembangan teknologi, standar, dan bukti yang tersedia.

Baca Juga: Bukan Cuma Nilai Pelajaran, Ini Pertimbangan Kenaikan Kelas dalam Kurikulum Merdeka 

Layanan Berbasis API Memiliki Ketentuan Berbeda

Ada perbedaan antara penerapan pada ChatGPT dan Codex dengan penggunaan model OpenAI melalui API.

Mulai 5 Oktober 2026, pelanggan API di seluruh dunia dapat memilih untuk mengaktifkan watermark pada model tertentu. Fitur tersebut tetap nonaktif secara default di API.

Dengan demikian, aplikasi berbasis API yang digunakan di Indonesia dapat memiliki output ber-watermark apabila pengembang mengaktifkannya. Hal ini berbeda dari penerapan default untuk pengguna ChatGPT dan Codex di suatu wilayah.

Pengguna Indonesia perlu membedakan kebijakan regional ChatGPT dan Codex dengan pilihan watermark pada layanan berbasis API. Pengumuman awal OpenAI belum menetapkan watermark sebagai fitur default global, sehingga cakupan berikutnya perlu mengikuti informasi resmi perusahaan. ***

 

Tags:
ChatGPT OpenAI Watermark

Komentar Pengguna