Khazanah
M. Fadhli Dzil Ikram

12 Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia yang Sarat Makna

12 Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia yang Sarat Makna

01 September 2025 | 10:48

Tradisi Maulid di Lombok

Di Lombok, peringatan Maulid diisi dengan pembacaan sholawat, lomba, dan arak-arakan kampung. Hal ini mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh persaudaraan.


8. Endhog-Endhogan – Banyuwangi

Tradisi ini menampilkan ratusan telur yang ditancapkan pada batang pohon pisang (jodang) dan diarak menuju masjid untuk didoakan, lalu dibagikan kepada masyarakat sebagai wujud berbagi rezeki.


9. Keresan – Mojokerto

Keresan mirip panjat pinang, di mana masyarakat memanjat pohon kersen untuk mengambil hadiah. Tradisi ini menjadi hiburan yang mengandung nilai kebersamaan.


10. Sebar Udikan – Madiun

Tradisi ini dilakukan dengan menyebar uang koin kepada masyarakat sebagai simbol berbagi rezeki. Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta."
(HR. Muslim)


11. Ketupat Sampang – Madura

Masyarakat Madura membuat ketupat dan membagikannya sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat Allah.


12. Baayun Maulid – Kalimantan Selatan

Tradisi Baayun Maulid dilakukan dengan mengayun bayi sambil membaca doa dan sholawat agar anak-anak mendapat keberkahan. Ini mencerminkan doa orang tua untuk keturunan, sebagaimana firman Allah:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang mendirikan sholat, begitu juga anak cucuku. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
(QS. Ibrahim: 40)


Makna Tradisi Maulid Nabi di Indonesia

Tradisi ini bukan hanya perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, melestarikan kearifan lokal, dan mengajarkan nilai berbagi. Semua ini menjadi wujud nyata dari kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Sejarah

Komentar Pengguna