Pembangunan ruang darurat diharapkan membuat anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan tanpa harus memasuki gedung yang berpotensi roboh. Meski demikian, pembukaan kembali kegiatan belajar harus mempertimbangkan kondisi pengungsian, akses transportasi, ketersediaan guru, dan keamanan lingkungan.
Pemulihan sektor pendidikan diperkirakan membutuhkan tahapan panjang. Selain menyediakan ruang belajar sementara, pemerintah perlu melakukan penilaian teknis, menentukan bangunan yang dapat diperbaiki, dan membangun kembali sekolah yang mengalami kerusakan berat.
Orang tua diminta mengikuti arahan sekolah dan pemerintah daerah mengenai jadwal belajar. Siswa sebaiknya tidak mendatangi sekolah yang masih diberi tanda berbahaya atau belum dinyatakan aman oleh petugas.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa angka kerusakan masih bersifat dinamis. Pembaruan sebaiknya merujuk pada Kemendikdasmen, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, dan posko resmi penanganan gempa NTT.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir