Orang tua dapat memberikan dua benda atau menghadirkan dua situasi sederhana, lalu meminta anak menemukan persamaan dan perbedaannya.
Aktivitas seperti ini membantu anak memperhatikan detail, mengelompokkan informasi, serta menggunakan alasan ketika menjelaskan pilihannya.
Rasa ingin tahu merupakan bagian penting dalam perkembangan kemampuan berpikir. Ketika anak sering bertanya, orang tua sebaiknya tidak langsung menghentikannya.
Sebaliknya, ajak anak membicarakan alasan mengapa sesuatu terjadi. Pertanyaan sederhana seperti “mengapa” dan “bagaimana” dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan mengamati dan mencari penjelasan.
Baca Juga: Hilal Tak Terlihat, LF PBNU Tetapkan 1 Rabiul Akhir 1448 H pada 13 September
Anak perlu memahami bahwa tidak semua informasi harus langsung dipercaya. Orang tua dapat mengenalkan kebiasaan membandingkan informasi dan mencari sumber yang dapat dipercaya.
Keterampilan tersebut akan semakin berguna ketika anak mulai banyak menggunakan internet dan media sosial. Kemampuan memilah informasi dapat membantu mereka lebih berhati-hati terhadap informasi yang belum tentu benar.
Pilihan sederhana yang sesuai usia dapat menjadi sarana untuk melatih kemampuan berpikir anak. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mempertimbangkan beberapa pilihan dan memahami konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Orang tua tetap perlu memberikan pendampingan. Kesalahan yang dibuat anak dapat dijadikan pengalaman untuk belajar, bukan alasan untuk membuat mereka takut mencoba kembali.
Kemampuan kognitif dasar dan berpikir kritis tidak terbentuk dalam waktu singkat. Keduanya berkembang melalui proses dan pengalaman yang terus berlangsung sesuai dengan tahap pertumbuhan anak.
Orang tua dapat membantu proses tersebut melalui kegiatan sederhana seperti bermain, membaca, mengobrol, bertanya jawab, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi lingkungan.
Baca Juga: Hilal Tak Terlihat, LF PBNU Tetapkan 1 Rabiul Akhir 1448 H pada 13 September
Tidak diperlukan metode yang selalu rumit. Dukungan, kesabaran, dan lingkungan yang kondusif justru dapat menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir anak.
Dengan fondasi kognitif yang kuat, anak diharapkan semakin mampu memahami informasi, beradaptasi dengan perubahan, mencari solusi atas masalah, serta mengambil keputusan secara lebih bijak sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir