Acara Maulid biasanya diisi dengan tausiyah, pengajian, atau majelis ilmu yang membahas akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Inilah sarana untuk memperkuat iman dan menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ...
Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca dan mempelajari kitab Allah, melainkan ketenangan turun atas mereka...” (HR. Muslim).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah sarana untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah, memperkuat iman, serta meneladani akhlaknya. Dengan mengamalkan lima hal—membaca sirah, memperbanyak sholawat, bersedekah, berdzikir dan berdoa, serta menghadiri majelis ilmu—seorang Muslim menjadikan Maulid sebagai momen penuh keberkahan.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir