Guru perlu memahami bahwa tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan rencana atau harapan. Ada kalanya kondisi di sekolah, pembelajaran, maupun kehidupan pribadi tidak sesuai dengan ekspektasi.
Belajar menerima hal-hal yang berada di luar kendali dapat membantu seseorang menjadi lebih tenang. Salah satu pendekatan yang dapat dipelajari adalah filosofi stoisisme, yang mengajarkan pentingnya membedakan hal-hal yang dapat dikendalikan dan hal-hal yang berada di luar kendali.
Baca Juga: Jangan Salah Paham! Ini Arti Desil Bansos September 2026 dan Pengaruhnya terhadap Penerima Bantuan
Dengan mengurangi tuntutan untuk selalu sempurna, guru dapat menjalani pekerjaan dengan lebih realistis dan tidak mudah terbebani oleh ekspektasi.
Menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bukan berarti guru harus mengurangi tanggung jawabnya. Sebaliknya, work life balance dapat membantu guru mengatur energi dan waktu sehingga pekerjaan tetap dapat dilakukan tanpa mengorbankan kebutuhan pribadi.
Menyusun jadwal, memanfaatkan teknologi, menentukan prioritas, menyediakan waktu untuk diri sendiri, dan mengurangi sikap terlalu perfeksionis dapat menjadi langkah sederhana untuk memulai.
Guru juga perlu memberikan perhatian kepada dirinya sendiri. Setelah memberikan tenaga dan pikiran untuk siswa serta sekolah, jangan lupa bahwa tubuh dan pikiran juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Dengan keseimbangan yang lebih baik, guru diharapkan dapat tetap produktif dalam menjalankan tugas sekaligus memiliki kehidupan pribadi yang lebih nyaman dan berkualitas.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir