Pada bagian selanjutnya, siswa berlatih memahami teks argumentatif mengenai kebiasaan bersepeda ke sekolah. Penulis menyebut tiga alasan utama, yaitu manfaat bersepeda bagi kesehatan, lingkungan, dan penghematan biaya. Bacaan juga mengakui bahwa tidak semua siswa dapat bersepeda karena jarak rumah yang jauh atau kondisi cuaca. Namun, penulis menawarkan solusi dengan mendorong siswa yang tinggal dekat sekolah untuk menggunakan sepeda serta menyediakan fasilitas parkir dan jalur sepeda yang aman.
Topik literasi keuangan juga menjadi bagian dari latihan. Dalam teks berjudul "Financial Literacy Should Be Taught in Every School", penulis berpendapat bahwa literasi keuangan dasar perlu diajarkan kepada seluruh siswa. Alasannya berkaitan dengan kebutuhan mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari, membangun kebiasaan menabung, memahami risiko utang, serta mengurangi tekanan finansial pada masa mendatang. Ketika muncul argumen bahwa kurikulum sekolah sudah terlalu padat, penulis menawarkan alternatif dengan memasukkan literasi keuangan ke dalam pembelajaran matematika atau ekonomi.
Bacaan berikutnya kembali menggunakan descriptive text dengan mengambil objek Jalan Malioboro di Yogyakarta. Teks menggambarkan panjang jalan sekitar dua kilometer, deretan toko dan pedagang kaki lima, suasana malam dengan lampu jalan, aroma makanan, pertunjukan musik, serta keberadaan andong. Pertanyaan pada bagian ini menguji kemampuan siswa menemukan informasi rinci, memahami makna tersirat, dan mengidentifikasi ciri kebahasaan berupa penggunaan kata sifat, detail indrawi, serta simple present tense.
Pada bagian akhir, terdapat recount text tentang kegiatan bersih-bersih pantai yang diikuti seorang siswa bersama klub lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung di Pantai Depok dan melibatkan pembagian kelompok serta pengumpulan sampah. Setelah bekerja selama beberapa jam, para peserta berhasil mengumpulkan hampir 200 kilogram sampah. Pengalaman tersebut membuat penulis memahami dampak sampah terhadap lingkungan dan memutuskan untuk mengikuti kegiatan serupa pada kesempatan berikutnya.
Secara keseluruhan, 65 soal latihan TKA Bahasa Inggris kelas 12 tersebut tidak hanya menguji kemampuan menemukan jawaban berdasarkan informasi yang tertulis secara langsung. Sejumlah pertanyaan juga meminta siswa melakukan inferensi, memahami pesan tersirat, mengevaluasi efektivitas teks, serta mengenali struktur dan karakteristik kebahasaan masing-masing jenis bacaan.
Kumpulan soal ini dapat digunakan sebagai bahan latihan mandiri. Siswa disarankan mengerjakan soal terlebih dahulu tanpa melihat kunci jawaban agar dapat mengukur kemampuan memahami bacaan secara objektif. Setelah selesai, kunci jawaban dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil dan mengidentifikasi jenis soal yang masih perlu dipelajari.
Perlu diperhatikan, soal-soal tersebut merupakan bahan latihan dan bukan soal resmi TKA Bahasa Inggris 2026. Siswa tetap perlu menggunakan materi dan informasi resmi dari penyelenggara TKA sebagai acuan utama dalam mempersiapkan diri menghadapi tes.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir