Semakin banyak teori diterapkan, semakin cepat konsepnya dipahami.
Ketujuh situs tersebut sebenarnya tidak harus dipilih salah satu.
Masing-masing dapat digunakan untuk tujuan berbeda.
Figma Learn digunakan untuk mempelajari alat desain.
Uxcel digunakan untuk belajar teori dan konsep UI/UX.
Daily UI membantu membangun kebiasaan latihan.
Sharpen digunakan untuk mendapatkan ide proyek.
Behance membantu mempelajari struktur studi kasus.
Dribbble menjadi sumber inspirasi visual.
Sementara Frontend Mentor dapat digunakan untuk latihan proyek sekaligus memahami hubungan antara desain dan implementasi.
Dengan kombinasi tersebut, pemula dapat belajar secara lebih terstruktur tanpa langsung membeli kursus mahal.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah istilah “gratis”.
Beberapa situs dalam daftar memang menyediakan layanan sepenuhnya gratis untuk fungsi tertentu, seperti Daily UI.
Sementara platform seperti Uxcel dan Frontend Mentor menggunakan model freemium. Artinya sebagian materi dapat digunakan tanpa pembayaran, tetapi fitur atau proyek tertentu membutuhkan langganan.
Figma juga mempunyai paket Starter gratis, sementara beberapa fitur profesional membutuhkan paket lain. Materi kursus pemula resminya dapat diikuti menggunakan fitur yang tersedia pada Starter Plan.
Karena itu, calon pengguna perlu memeriksa ketentuan terbaru sebelum mengikuti suatu program.
Memiliki puluhan bookmark tidak otomatis membuat seseorang menjadi UI/UX Designer.
Lebih baik menggunakan dua atau tiga sumber belajar secara konsisten.
Sebagai contoh, dalam satu bulan pertama:
Minggu pertama mempelajari dasar Figma.
Minggu kedua mulai membuat beberapa layar Daily UI.
Minggu ketiga mengambil satu brief dari Sharpen.
Minggu keempat menyusun proyek tersebut menjadi case study di Behance.
Setelah fondasi mulai kuat, barulah mempelajari UX research, usability testing, design system, dan produk yang lebih kompleks.
Dengan metode tersebut, dalam beberapa bulan seseorang dapat mempunyai kumpulan proyek yang menunjukkan perkembangan kemampuannya.
Belajar UI/UX pada akhirnya bukan soal berapa banyak tutorial yang selesai ditonton, tetapi seberapa sering seseorang mencoba mendesain, menerima kritik, menemukan masalah, kemudian memperbaiki hasilnya.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir