Pertanyaan ini dapat menggali pengalaman anak ketika bekerja atau bermain bersama teman.
Orang tua bisa mengetahui apakah anak membantu temannya, mendapatkan bantuan, atau bekerja sama dalam menyelesaikan suatu kegiatan.
Selain mengenali pengalaman sosial anak, percakapan tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kerja sama, saling membantu, dan menghargai orang lain.
Yang tidak kalah penting, orang tua perlu memperhatikan cara menyampaikan pertanyaan. Terlalu banyak pertanyaan secara berturut-turut dapat membuat anak merasa sedang diperiksa.
Karena itu, berikan kesempatan kepada anak untuk menjawab dengan bebas dan mengembangkan ceritanya sendiri. Orang tua dapat menanggapi dengan mendengarkan secara aktif, menunjukkan empati, dan menghindari langsung menyalahkan ketika anak menceritakan masalah.
Kedekatan orang tua dan anak dapat tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Percakapan singkat sepulang sekolah bisa menjadi salah satu cara untuk memahami dunia anak sekaligus membangun rasa percaya.
Baca Juga: Mau Magang di BUMN? Jangan Asal Klik Daftar, Ini Syarat dan Dokumen yang Harus Disiapkan
Dengan komunikasi yang hangat, anak akan memiliki ruang untuk berbagi cerita tentang kegembiraan, pencapaian, tantangan, hingga hubungan sosialnya. Pada akhirnya, kebiasaan sederhana ini dapat membantu menciptakan hubungan keluarga yang lebih dekat dan mendukung perkembangan emosional anak.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir