Setelah mimisan berhenti, hindarkan anak dari:
Meniup hidung
Mengorek hidung
Membungkuk terlalu lama
Beraktivitas berat
Hal ini penting untuk mencegah perdarahan kembali muncul.
Berbaring telentang dapat membuat darah mengalir ke belakang hidung hingga ke tenggorokan. Selain tidak nyaman, darah yang tertelan dapat membuat anak mual dan muntah.
Walaupun sebagian besar mimisan tidak berbahaya, ada kalanya perdarahan menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius. Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila:
Mimisan terlalu sering, misalnya lebih dari 1–2 kali dalam seminggu
Darah tidak berhenti setelah 10–15 menit meski sudah diberikan tekanan
Anak tampak pucat, lemas, atau kebingungan
Mimisan terjadi akibat benturan keras pada kepala
Terdapat perdarahan di bagian tubuh lain, seperti gusi atau memar tanpa sebab
Anak memiliki riwayat gangguan pembekuan darah
Mimisan disertai demam tinggi atau penurunan kondisi umum
Situasi tersebut memerlukan evaluasi medis lebih lanjut untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya.
Tentu bisa! Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi kejadian mimisan:
Gunakan humidifier di kamar anak, terutama saat udara sangat kering atau ruangan sering menggunakan AC. Kelembapan yang ideal membantu menjaga selaput hidung tetap lembap.
Semprotkan saline (air garam steril) untuk membantu melembapkan hidung anak jika tampak kering. Cara ini aman digunakan setiap hari.
Kuku yang pendek mengurangi risiko luka di dalam hidung ketika anak mengorek atau menggaruk hidung.
Berikan pengertian bahwa mengupil terlalu keras bisa melukai hidung. Berikan tisu jika anak perlu membersihkan hidung.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir