Orang tua perlu terus belajar mengenali pemicu tantrum, memberikan batasan yang konsisten, serta membantu anak menemukan cara yang lebih sehat untuk mengekspresikan emosinya.
Jika tantrum sangat sering terjadi, berlangsung sangat lama, membahayakan anak atau orang lain, atau disertai kekhawatiran lain mengenai perkembangan anak, orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.
Pada akhirnya, tujuan menghadapi tantrum bukan sekadar membuat anak berhenti menangis. Yang lebih penting adalah membantu anak belajar memahami emosi, mengendalikan diri, dan menemukan cara yang lebih baik untuk menyampaikan kebutuhannya.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir