Orang tua dapat mengenalkan siapa saja yang bisa dihubungi anak ketika menghadapi masalah, baik di rumah maupun di sekolah.
Bullying bukan persoalan yang sebaiknya dibiarkan dengan anggapan bahwa anak akan belajar menghadapinya sendiri.
Pencegahan membutuhkan perhatian dari lingkungan terdekat anak. Rumah dan sekolah perlu menjadi tempat yang membuat anak merasa aman untuk belajar, bermain, berteman, dan berkembang.
Dengan membangun komunikasi terbuka, mengajarkan empati, mendampingi aktivitas digital, mengenali perubahan perilaku, serta menjalin kerja sama dengan sekolah, orang dewasa dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.
Pada akhirnya, mencegah bullying bukan sekadar menghentikan tindakan perundungan. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan bagian dari membangun lingkungan yang mengajarkan anak untuk saling menghargai, berani meminta bantuan, dan peduli terhadap keselamatan orang lain.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir