Parenting
Rahman Abdullah

Anak Sulit Mengendalikan Emosi? Kenali Zona Emosi dan Cara Membantunya Kembali Tenang

Anak Sulit Mengendalikan Emosi? Kenali Zona Emosi dan Cara Membantunya Kembali Tenang

12 September 2026 | 21:35

Dengan latihan yang berulang, anak memiliki pilihan strategi ketika suatu saat emosinya kembali meningkat.

Orang Tua Menjadi Contoh Pengelolaan Emosi

Anak belajar bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Cara orang tua merespons rasa marah dapat menjadi contoh langsung bagi anak dalam memahami pengelolaan emosi.

Ketika menghadapi situasi yang menjengkelkan, orang tua dapat menunjukkan bahwa rasa kesal tetap bisa disampaikan tanpa berteriak, melakukan kekerasan, atau melampiaskannya kepada orang lain.

Selain memberikan contoh, orang tua juga dapat memperkaya kosakata emosi anak. Semakin banyak kata yang diketahui anak untuk menggambarkan perasaannya, semakin mudah bagi mereka mengenali dan menyampaikan apa yang sedang dirasakan.

Anak dapat dikenalkan dengan berbagai istilah seperti senang, sedih, kecewa, takut, khawatir, kesal, marah, atau frustrasi sesuai dengan usia dan kemampuan pemahamannya.

Baca Juga: Masa Kerja PPPK Paruh Waktu Subang 2026 Segera Ditinjau, Pegawai Diminta Lengkapi Berkas Evaluasi

Pengelolaan Emosi Perlu Dilatih Secara Bertahap

Anak perlu memahami bahwa semua perasaan merupakan bagian normal dari kehidupan. Mereka tidak harus selalu merasa senang dan tidak pernah marah.

Yang penting adalah membantu anak mengenali apa yang sedang dirasakan, memahami penyebabnya, kemudian menemukan cara yang lebih aman untuk merespons.

Dengan pendampingan yang konsisten, anak perlahan dapat belajar mengidentifikasi emosinya, mengungkapkan perasaan melalui kata-kata, serta memahami emosi orang lain.

Mengajarkan pengelolaan emosi sejak dini bukan bertujuan membuat anak tidak pernah marah. Sebaliknya, keterampilan tersebut membantu anak memahami bahwa marah adalah emosi yang wajar, tetapi cara mengekspresikannya perlu dilakukan dengan sehat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Pola Asuh Anak Parenting Memahami Emosi

Komentar Pengguna