Orang tua sebaiknya memberikan contoh terlebih dahulu agar anak lebih mudah mengikuti. Latihan tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh dan pikiran anak beralih menuju kondisi yang lebih rileks.
Jika dilakukan secara rutin, anak dapat mengenali teknik sederhana yang bisa digunakan ketika mulai merasakan emosi yang kuat.
Tantrum tidak hanya perlu dilihat sebagai perilaku yang harus segera dihentikan. Momen tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar mengenali emosi dan memahami cara mengekspresikannya.
Peran orang tua adalah membantu anak melewati situasi tersebut dengan tetap memberikan batasan yang jelas sekaligus menunjukkan empati. Dengan pendampingan yang konsisten, anak dapat belajar bahwa marah, kecewa, sedih, atau frustrasi merupakan bagian dari emosi yang bisa dibicarakan dan dikelola.
Baca Juga: Kemenag Susun Peta Jalan Pesantren 5–10 Tahun, Ini Arah Pengembangannya
Kesabaran orang tua dalam menghadapi tantrum menjadi bagian penting dalam membantu anak membangun kemampuan mengendalikan diri dan berkomunikasi secara lebih sehat.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir