Masalah yang dialami anak terkadang terlihat dari perubahan dalam kegiatan belajar. Anak yang sedang menghadapi tekanan dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi atau kehilangan motivasi sehingga tugas dan prestasinya ikut terdampak.
Ketika nilai anak turun, orang tua sebaiknya tidak langsung berfokus pada kesalahan atau memarahinya.
Cobalah mencari tahu penyebabnya dengan pendekatan yang lebih tenang. Tanyakan apakah anak sedang mengalami kesulitan memahami pelajaran, memiliki masalah dengan teman, atau merasa tidak nyaman dengan sesuatu di sekolah.
Pendekatan tersebut dapat membantu orang tua menemukan persoalan yang mungkin tidak terlihat dari hasil akademik semata.
Persoalan perundungan tidak selalu dapat diselesaikan oleh keluarga seorang diri. Komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi bagian penting dalam upaya melindungi anak.
Orang tua dapat membangun hubungan dengan guru, wali kelas, konselor, maupun pihak sekolah yang menangani perlindungan peserta didik.
Apabila anak mengungkapkan bahwa dirinya mengalami perundungan, informasi tersebut perlu ditanggapi secara serius. Orang tua dan sekolah dapat membicarakan langkah yang tepat dengan tetap menempatkan keamanan dan kondisi emosional anak sebagai perhatian utama.
Kerja sama yang baik juga memungkinkan masalah diketahui dan ditangani sebelum berkembang lebih jauh.
Baca Juga: Cari Magang BUMN? 5 Posisi Ini Cocok untuk Kamu yang Ingin Serius Bangun Karier
Selain mengetahui cara menghormati orang lain, anak juga perlu dibekali keberanian untuk mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang membuatnya takut atau tidak aman.
Jelaskan kepada anak bahwa meminta pertolongan bukan tanda kelemahan. Berbicara kepada orang dewasa yang dipercaya justru dapat menjadi langkah penting untuk memperoleh perlindungan.
Orang tua dapat mengenalkan orang-orang yang bisa dihubungi anak ketika menghadapi masalah, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, anak tidak merasa harus menghadapi persoalan seorang diri.
Bullying sebaiknya tidak dibiarkan dengan anggapan bahwa anak akan mampu menyelesaikannya sendiri. Lingkungan terdekat memiliki peran penting dalam memastikan anak merasa aman dan dihargai.
Komunikasi yang terbuka, pendidikan tentang empati, pendampingan dalam penggunaan internet, perhatian terhadap perubahan perilaku, serta kerja sama dengan sekolah dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan.
Baca Juga: Cari Magang BUMN? 5 Posisi Ini Cocok untuk Kamu yang Ingin Serius Bangun Karier
Yang perlu dibangun bukan hanya lingkungan yang bebas dari perundungan, tetapi juga lingkungan yang mengajarkan anak untuk menghormati orang lain, memahami perasaan sesama, berani berbicara ketika menghadapi masalah, dan mengetahui kapan harus meminta bantuan.
Dengan dukungan orang dewasa di sekitarnya, anak dapat memiliki ruang yang lebih aman untuk tumbuh, belajar, berteman, dan mengembangkan dirinya.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir