Jumhur (mayoritas ulama): doa iftitah sunnah dibaca dalam semua sholat, termasuk sholat dhuha.
Mazhab Syafi’i & Hanbali: sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).
Mazhab Hanafi: sunnah ringan (mustahabb), boleh dibaca tetapi tidak ditekankan.
Mazhab Maliki: tidak dianjurkan dalam sholat wajib, tetapi masih boleh dalam sholat sunnah.
Dengan demikian, membaca doa iftitah dalam sholat dhuha lebih utama karena sejalan dengan pendapat mayoritas ulama, meskipun bila ditinggalkan, sholat dhuha tetap sah.
HR. Muslim no. 1704 (keutamaan sholat dhuha).
HR. Bukhari no. 744 dan Muslim no. 598 (dalil doa iftitah).
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir