Khazanah
M. Panji Maulana

Bacaan Doa Iftitah Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Hukum Jika Tidak Membacanya

Bacaan Doa Iftitah Lengkap Arab, Latin, Arti, dan Hukum Jika Tidak Membacanya

13 Oktober 2026 | 14:00

KebonCinta.com – Doa iftitah merupakan bacaan sunah yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum Al-Fatihah. Terdapat beberapa redaksi yang dikenal dalam masyarakat, termasuk Allahu akbar kabira dan Allahumma ba'id baini. Perbedaan bacaan ini memiliki dasar dalam riwayat hadis, sehingga umat Islam tidak harus menggunakan satu lafal yang sama.

Apa Itu Doa Iftitah?

Iftitah berarti pembukaan. Dalam sholat, doa ini menjadi dzikir pembuka yang memuat pujian kepada Allah, pengakuan keesaan-Nya, dan permohonan ampunan.

Doa iftitah bukan pengganti Al-Fatihah dan tidak termasuk rukun sholat. NU Online menggolongkannya sebagai sunah hai'ah; jika ditinggalkan, tidak perlu sujud sahwi.

Kapan Doa Iftitah Dibaca?

Bacaan iftitah dilaksanakan pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan sebelum taawuz serta Al-Fatihah. Doa dibaca perlahan ketika sholat sendiri ataupun berjamaah.

Dalam fikih Syafi'i, kesunahan iftitah gugur apabila seseorang sudah mulai membaca taawuz atau Al-Fatihah, sekalipun karena lupa.

Bacaan Doa Iftitah Panjang Arab dan Latin

Berikut redaksi yang dikenal dalam tradisi NU, sebagaimana dicantumkan NU Online:

اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Latin:

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukrataw wa ashīlā.

Innī wajjahtu wajhiya lilladzī fatharas-samāwāti wal-ardha hanīfam muslimaw wa mā ana minal-musyrikīn.

Inna shalātī wa nusukī wa mahyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn. Lā syarīka lahū wa bidzālika umirtu wa ana minal-muslimīn.

Artinya: Allah Mahabesar; segala puji dan tasbih bagi-Nya. Aku menghadapkan diri kepada Pencipta langit dan bumi dengan tulus. Sholat, ibadah, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, yang tidak memiliki sekutu.

Bagian Allahu akbar kabira memiliki landasan dalam Sahih Muslim nomor 601. Redaksi menghadap kepada Pencipta juga dijumpai dalam hadis tentang pembukaan sholat. Gabungan di atas mengikuti susunan yang populer dalam panduan NU Online.

Baca Juga: Apakah Sholat Dhuha Membaca Doa Iftitah? Ini Penjelasan dan Dalilnya 

Doa Iftitah Allahumma Ba'id Baini

Redaksi berikut diriwayatkan Abu Hurairah dalam Sahih Bukhari nomor 744:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Latin:

Allāhumma bā‘id bainī wa baina khathāyāya kamā bā‘adta bainal-masyriqi wal-maghrib.

Allāhumma naqqinī min khathāyāya kamā yunaqqats-tsaubul-abyadhu minad-danas.

Allāhummaghsil khathāyāya bil-mā’i wats-tsalji wal-barad.

Artinya: Ya Allah, jauhkan kesalahanku sejauh timur dan barat; bersihkan kesalahanku seperti kain putih dari noda, dan sucikanlah dengan air, salju, serta embun es.

Majelis Tarjih Muhammadiyah menjadikan redaksi ini salah satu pilihan utama karena riwayatnya kuat dan relatif ringkas.

Bacaan Iftitah Pendek Subhanakallahumma

Riwayat Abu Dawud nomor 776 memuat bacaan:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Latin:

Subhānakallāhumma wa bihamdika, wa tabārakasmuka, wa ta‘ālā jadduka, wa lā ilāha ghairuk.

Artinya: Mahasuci Engkau, ya Allah, dengan segala pujian bagi-Mu; penuh berkah nama-Mu, Mahatinggi keagungan-Mu, dan tidak ada Tuhan selain Engkau.

Abu Dawud memberikan catatan tentang jalur periwayatannya, sementara penilaian sebagian ahli hadis belakangan berbeda. Bagi pembaca yang mengutamakan riwayat dengan kesahihan paling jelas, doa Allahumma ba'id memiliki landasan kuat dalam Bukhari.

Apakah Doa Iftitah Dibaca Setiap Rakaat?

Tidak. Iftitah dibaca pada awal sholat setelah takbiratul ihram, bukan diulang pada rakaat berikutnya.

Bacaan ini dapat diamalkan pada sholat fardhu dan berbagai sholat sunah. Menurut panduan Syafi'i, sholat jenazah memiliki tata cara khusus dan tidak menggunakan iftitah seperti sholat biasa.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Taubat 2 Rakaat, Lengkap dengan Niat, Doa, Waktu, dan Syarat Taubat 

Apakah Boleh Memilih Bacaan Berbeda?

Boleh menggunakan redaksi yang memiliki landasan. Majelis Tarjih Muhammadiyah menjelaskan bahwa tidak ada satu bacaan khusus hanya untuk sholat wajib atau sunah.

Tidak perlu membaca seluruh variasi sekaligus dalam satu sholat. Perbedaan pilihan bacaan juga tidak membuat seseorang harus membatalkan sholat atau menegur jamaah lain.

Bagaimana Jika Lupa Membaca Iftitah?

Sholat tetap sah apabila seseorang lupa atau tidak membaca iftitah, selama seluruh rukun dan syaratnya terpenuhi.

Dalam mazhab Syafi'i, iftitah yang terlewat tidak diganti setelah membaca Al-Fatihah dan tidak membutuhkan sujud sahwi.

Bagaimana Jika Datang Terlambat Berjamaah?

Makmum yang datang ketika imam hampir rukuk sebaiknya memprioritaskan bacaan yang diwajibkan dan mengikuti imam.

Jangan memaksakan doa iftitah sampai tertinggal rukuk. Jika masih cukup waktu, bacaan dapat dibaca singkat sesuai panduan fikih.

Cara Menghafal Doa Iftitah

Pilih satu redaksi yang jelas sumbernya, pahami maknanya, lalu ulangi secara perlahan.

Periksa bacaan Arab bersama guru karena tulisan Latin tidak sepenuhnya menggambarkan makhraj huruf. Setelah lancar, pelajari alternatif lainnya.

Tags:
Doa Iftitah bacaan iftitah hukum bacaan iftitah

Komentar Pengguna