Kesehatan
M. Fadhli Dzil Ikram

Bahaya Mie Instan dan Makanan Susah Dicerna yang Meningkatkan Berat Badan dan Tekanan Darah

Bahaya Mie Instan dan Makanan Susah Dicerna yang Meningkatkan Berat Badan dan Tekanan Darah

12 Agustus 2025 | 05:30

"Mungkin Anda senang dan merasa tanggung, tapi bagi asam lambung dan tubuh Anda, tidak ada kata tanggung."  Dia berkata, "Asam lambung akan tetap bekerja, dan tubuh Anda harus diisi oleh makanan, bahkan jika itu hanya biskuit crackers roma tanpa gula."

2. Mie instan adalah makanan rekreasi

Dr Tan mengatakan bahwa makan terlalu banyak tidak baik, terutama untuk mie instan. Ia menjelaskan bahwa mie instan adalah makanan ultraproses yang tidak boleh dimakan sehari-hari.

"Makanan rekreasi tidak bisa menjadi makanan saban hari."  Mie instan bahkan disebut sebagai "makanan kepepet". Misalnya, saat ada bencana alam atau seseorang hanya dapat makan mie instan saat naik gunung.

Dr Tan juga menyoroti frekuensi ideal untuk mengonsumsi mie instan, berbicara tentang prinsip makanan rekreasi.  "Asal memang sadar itu cuma buat nyumpel," katanya, dan tidak ada patokan pasti.

Dr. Tan menyatakan bahwa setiap individu memiliki batas toleransi yang berbeda. "Ada orang yang satu kali makan (mie instan) saja bisa muntah-muntah karena tubuhnya menolak," katanya.

Baca juga : Makan Mie Instan Tiga Kali dalam Seminggu? Waspadai Risiko Serangan Jantung

3. Makanan ultra proses termasuk dalam mie instan

Banyak makanan ultra proses yang kita konsumsi sehari-hari, seperti roti, sereal, pangan kemasan, pasta, biskuit, permen, es krim, dan margarin, dibuat melalui banyak proses pemrosesan.

Dr. Tan menjelaskan bahwa makanan ultra pada dasarnya diproses dengan menambah "makanan aditif" seperti gula, garam, lemak, perisa, penguat rasa, dan, jika diperlukan, perisa.  Makanan ini diproses secara industri untuk menghasilkan makanan praktis dan enak.

Namun, makanan ultraproses dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.  Dr. Tan menjelaskan beberapa di antaranya adalah obesitas dan gangguan gizi pada anak tumbuh kembang.

4. Berpotensi menyebabkan diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan jantung.

Menurut Food NDTV (24/6), makanan ultraproses seperti mie instan mengandung banyak lemak, kalori, dan natrium.  Ada juga pewarna buatan, pengawet, dan penguat rasa.

Hyun Shin dari Harvard School of Public Health, yang terlibat dalam penelitian tersebut, menjelaskan bahwa kandungan natrium, lemak jenuh, dan glikemik yang ditemukan dalam mie instan dapat meningkatkan risiko seseorang yang alami mengalami sindrom metabolik jika mereka makan mie instan dengan sering.

Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang makan mie instan dua kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik daripada mereka yang makan lebih sedikit, atau tidak sama sekali, terlepas dari apakah pola makan mereka masuk dalam kategori tradisional atau makanan cepat saji.

Makan mie instan berlebihan dapat menyebabkan obesitas dan penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, gangguan kesehatan jantung, dan tekanan darah tinggi.

5. Makanan instan yang sulit dicerna

Dr. Kuo menunjukkan bahwa mie instan berbahaya karena proses cernanya yang lama. Ia memasukkan kamera kecil ke dalam perut orang yang baru saja makan mie instan, lalu membandingkannya dengan orang yang makan mie segar buatan sendiri.

Hal yang paling mengejutkan tentang percobaan kami ini adalah bagaimana waktu berlalu.  Dr. Kuo menyatakan bahwa mie instan yang diproses di dalam perut tidak terlalu rusak (hancur) dibandingkan mie buatan sendiri dalam satu atau dua jam.

Dalam rekaman, mie segar hampir sepenuhnya dicerna setelah dua jam.

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 3
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya LANJUTKAN MEMBACA Selanjutnya
Tags:

Komentar Pengguna