BMKG: Kualitas Udara Palembang Sangat Berbahaya, PM2.5 Tembus 903,6 Mikrogram per Meter Kubik
04 Oktober 2026
| 21:14
Kondisi kualitas udara kategori sangat berbahaya perlu mendapatkan perhatian karena tidak hanya kelompok tertentu yang dapat terdampak. Ketika konsentrasi partikulat sudah sangat tinggi, seluruh masyarakat perlu mengurangi paparan sebisa mungkin. Anak-anak, lansia serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapatkan perhatian lebih. Aktivitas di luar rumah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan arahan dari pemerintah maupun BMKG. Sekolah, tempat kerja dan masyarakat juga diharapkan mengikuti perkembangan situasi apabila kabut asap terus berlangsung. Pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Sementara itu, BMKG akan terus memberikan informasi mengenai kondisi udara berdasarkan hasil pemantauan stasiun. Masyarakat sebaiknya tidak mengandalkan penilaian hanya berdasarkan seberapa tebal kabut yang terlihat. Data kualitas udara tetap menjadi acuan penting karena partikel halus tidak selalu dapat dinilai hanya dengan mata. Kondisi pada Minggu pagi menjadi peringatan serius bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat memberikan dampak langsung hingga kawasan perkotaan. Dengan PM2.5 mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik, BMKG meminta masyarakat Palembang benar-benar memperhatikan kesehatan dan mengurangi aktivitas luar ruangan sampai kondisi membaik.