Parenting
Rahman Abdullah

Bukan Harus Dilupakan, Ini Cara Berdamai dengan Trauma Masa Kecil

Bukan Harus Dilupakan, Ini Cara Berdamai dengan Trauma Masa Kecil

12 Agustus 2026 | 20:49

Yang penting adalah terus mencari cara yang sehat untuk menghadapi emosi dan tidak ragu mencari bantuan ketika diperlukan.

Baca Juga: PPPK Daerah Tak Perlu Cemas, Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan Agar Gaji Tetap Terbayar

Peran Orang Terdekat Sangat Berarti

Jika seseorang yang mengalami trauma adalah anggota keluarga, pasangan, sahabat, atau orang yang kita sayangi, dukungan dari lingkungan sekitar dapat memberikan arti besar.

Hindari memaksa mereka menceritakan pengalaman yang belum siap dibagikan. Jangan pula mengatakan bahwa mereka harus segera melupakan masa lalu atau menganggap pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang sepele.

Sebaliknya, berikan ruang yang aman agar mereka dapat berbicara ketika sudah merasa siap.

Mendengarkan tanpa menghakimi, menghargai batasan pribadi, menunjukkan kepedulian, serta membantu mencari bantuan profesional ketika dibutuhkan merupakan bentuk dukungan yang dapat diberikan.

Trauma Masa Kecil Tidak Harus Menentukan Masa Depan

Pengalaman buruk ketika masih kecil memang dapat meninggalkan dampak yang panjang. Namun, trauma tidak berarti seseorang kehilangan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dukungan dari orang-orang terdekat, lingkungan yang aman, kemampuan mengelola emosi, serta bantuan profesional dapat membantu seseorang menghadapi pengalaman masa lalu dengan cara yang lebih sehat.

Tujuan pemulihan juga tidak selalu berarti menghapus seluruh ingatan buruk. Lebih dari itu, proses tersebut membantu seseorang agar pengalaman masa lalu tidak lagi sepenuhnya mengendalikan kehidupan yang sedang dijalani.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! TPG Madrasah 2026 Segera Masuk Tahap Pembayaran, Guru Perlu Pastikan Data Tetap Valid

Trauma masa kecil dapat meninggalkan luka emosional yang terbawa hingga remaja bahkan dewasa. Namun, seseorang tidak harus menghadapi pengalaman tersebut sendirian.

Mencari bantuan profesional, membangun lingkungan yang suportif, mengenali pemicu, mempelajari cara mengelola emosi, serta menyalurkan perasaan melalui kegiatan yang sehat dapat menjadi bagian dari perjalanan pemulihan.

Bagi orang tua, keluarga, maupun teman yang mengetahui seseorang sedang menghadapi trauma masa lalu, hal terpenting adalah memberikan dukungan tanpa menghakimi dan menghormati proses yang sedang dijalani.

Sebab, pulih bukan berarti harus melupakan semua yang pernah terjadi. Pulih berarti perlahan menemukan kembali rasa aman dan kemampuan untuk menjalani kehidupan tanpa terus dikendalikan oleh luka masa lalu.***

LANJUT MEMBACA
Jelajahi Artikel
2 / 2
HALAMAN SEBELUMNYA Sebelumnya
Tags:
Parenting Kesehatan Mental Anak Trauma

Komentar Pengguna