Buku yang berhubungan dengan hal-hal yang disukai anak biasanya lebih mudah menarik perhatian mereka.
Dari satu tema yang disenangi, orang tua kemudian dapat mengenalkan berbagai jenis bacaan lain secara perlahan. Dengan begitu, pilihan bacaan anak dapat berkembang semakin luas.
Menumbuhkan kegemaran membaca membutuhkan suasana yang positif. Karena itu, orang tua sebaiknya menghindari menjadikan buku sebagai alat hukuman atau memaksa anak membaca dalam kondisi mereka tidak tertarik.
Berikan kesempatan kepada anak untuk menentukan buku yang ingin dibaca dan menyesuaikan aktivitas tersebut dengan kemampuannya.
Orang tua dapat menemani, membacakan cerita, mengajukan pertanyaan ringan, atau berdiskusi mengenai tokoh dan kejadian dalam buku.
Baca Juga: SKTP Guru Bisa Terkendala Jika Data Dapodik Tidak Sesuai, Operator Wajib Cek Ini
Pendekatan yang santai membuat anak memiliki pengalaman menyenangkan bersama buku. Dari pengalaman tersebut, ketertarikan membaca dapat tumbuh secara perlahan tanpa harus melalui tekanan.
Menumbuhkan minat baca anak tidak membutuhkan cara yang rumit. Kebiasaan tersebut dapat dimulai dari menyediakan buku yang menarik, meluangkan waktu membaca bersama, dan menciptakan lingkungan rumah yang dekat dengan bacaan.
Keteladanan orang tua juga memiliki peran penting. Anak yang melihat kegiatan membaca sebagai bagian dari keseharian akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengenal buku secara alami.
Selain itu, memberikan kebebasan memilih bacaan dan menghindari tekanan dapat membuat aktivitas membaca terasa lebih menyenangkan.
Jika dilakukan secara konsisten, membaca dapat berkembang dari sekadar kegiatan sesekali menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan anak.
Pada akhirnya, kedekatan dengan buku sejak usia dini dapat menjadi bekal bagi anak untuk terus belajar, mengenal berbagai pengetahuan, mengembangkan imajinasi, serta memahami dunia di sekitarnya.***
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir