Tindak lanjut: “Pada percobaan berikutnya, saya akan menetapkan jadwal pengukuran dan menambahkan catatan kondisi tanaman.”
Contoh tersebut memperlihatkan tujuan, bukti pekerjaan, kesulitan, dan perkembangan. Format serupa dapat diterapkan untuk cerpen Bahasa Indonesia, karya seni, proyek kewirausahaan, atau kegiatan pembelajaran lainnya.
Baca Juga: Mengapa Penulisan Formal Menggunakan Times New Roman? Ini Alasan Akademis dan Historisnya
Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa kelas V dapat membuat portofolio bertema Menulis Cerita Pengalaman. Karya pertama berupa kerangka cerita, karya kedua berupa draf yang telah diberi komentar guru, dan karya ketiga berupa cerita hasil revisi. Siswa menambahkan tanggal serta keterangan singkat pada setiap versi.
Contoh refleksinya: “Pada tulisan pertama, alur cerita saya masih meloncat-loncat. Guru menyarankan penggunaan urutan waktu. Setelah memperbaiki paragraf, cerita menjadi lebih mudah dipahami.”
Guru dapat melihat perkembangan kemampuan menulis melalui perbandingan ketiga karya tersebut. Jika tugas dikerjakan selama beberapa pekan, siswa sebaiknya mendokumentasikan prosesnya secara berkala agar tidak lupa menjelaskan alasan perubahan. Dengan demikian, penilaian tidak hanya berpusat pada hasil terakhir.
Tidak semua tugas harus dimasukkan. Pilih karya yang sesuai tujuan pembelajaran serta menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu. Misalnya, sertakan draf awal karangan, hasil revisi, dan naskah akhir agar perubahan kualitas tulisan terlihat.
Jika portofolio dibuat berkelompok, tuliskan kontribusi pribadi secara jujur. Dokumentasi hasil kelompok boleh dilampirkan, tetapi jangan mengaku seluruh pekerjaan sebagai karya sendiri.
Guru dapat membantu menentukan jumlah karya, kriteria pemilihan, dan waktu pengumpulan. Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 juga menempatkan portofolio sebagai salah satu bentuk bukti belajar yang dapat digunakan sesuai karakteristik dan kebutuhan asesmen.
Portofolio cetak dapat dibuat menggunakan map, kertas berurutan, serta lembar pemisah. Cocok untuk tugas yang melibatkan gambar tangan, laporan tertulis, atau hasil karya fisik.
Portofolio digital dapat disusun dalam Word, PDF, atau folder dokumen daring. Gunakan nama file yang jelas, susun halaman berurutan, dan pastikan foto karya tidak buram. Atur izin berbagi hanya untuk guru atau pihak yang berkepentingan.
Jangan mengunggah dokumen pribadi, wajah teman, atau identitas orang lain tanpa alasan dan izin yang sesuai. Sebelum mengumpulkan portofolio, periksa ejaan, kelengkapan bukti, keterbacaan halaman, dan ketentuan tugas dari guru.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir