Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَجْعَلُوا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ (رواه مسلم)
“Janganlah kalian jadikan rumah seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim)
Penafsiran ulama: Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarah Shahih Muslim bahwa rumah yang jarang dibacakan Al-Qur’an akan gelap seperti kuburan. Membaca Surah Al-Baqarah akan menjadikan rumah bercahaya dan terhindar dari gangguan setan.
Penafsiran ulama: Al-Qurthubi menafsirkan ayat-ayat tentang rumah dalam Tafsir Al-Jami’ dengan menekankan bahwa rumah harus dijadikan tempat syukur dan ibadah. Jika rumah digunakan untuk maksiat, maka keberkahannya akan hilang.
Rasulullah SAW bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ (رواه البخاري ومسلم)
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penafsiran ulama: Menurut Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, silaturahmi merupakan syarat utama keberkahan hidup. Rumah yang penghuninya memutus silaturahmi akan jauh dari rahmat Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ (رواه الترمذي)
“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan menyukai yang baik, Maha Bersih dan menyukai kebersihan.” (HR. Tirmidzi)
Penafsiran ulama: Imam Al-Baihaqi menegaskan bahwa menjaga kebersihan rumah adalah bagian dari iman. Rumah yang bersih bukan hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga mengundang malaikat dan mengusir setan.
Allah SWT berfirman:
فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً (النور: 61)
“Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya, salam dari Allah yang diberkahi lagi baik.” (QS. An-Nuur: 61)
Penafsiran ulama: Menurut Ibnu Katsir, ayat ini menunjukkan bahwa salam adalah doa keselamatan. Dengan mengucapkan salam ketika masuk rumah, seseorang sebenarnya sedang mendoakan dirinya sendiri dan seluruh penghuni rumah agar diberkahi.
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (رواه مسلم)
“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.” (HR. Muslim)
Penafsiran ulama: Imam Nawawi menjelaskan bahwa doa ini sangat singkat namun mengandung makna luas. Dengan doa ini, seorang Muslim berlindung kepada Allah dari semua keburukan yang tampak maupun tersembunyi.
Doa menempati rumah baru dalam tradisi NU bukan hanya bacaan semata, melainkan amalan yang bersumber dari Al-Qur’an, hadis, dan penjelasan para ulama. Dengan doa, membaca Surah Al-Baqarah, menjaga niat rumah sebagai tempat ibadah, serta mempererat silaturahmi dengan tetangga, insyaAllah rumah baru akan dipenuhi rahmat, dijauhkan dari gangguan, dan menjadi ladang pahala bagi penghuninya
Tidak.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir