KebonCinta.com – Wudhu merupakan salah satu cara bersuci yang dilakukan umat Islam sebelum menunaikan sholat. Selain membasuh anggota tubuh sesuai ketentuan, terdapat bacaan yang dianjurkan sebelum dan sesudah wudhu. Berikut doa lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti, keutamaan, dan penjelasan hadis yang mendasarinya.
Wudhu adalah bersuci dari hadas kecil menggunakan air dengan tata cara yang ditentukan syariat. Perintah wudhu dijelaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 6, meliputi membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, serta membasuh kaki hingga mata kaki.
Dalam mazhab Syafi'i, niat dan tertib juga termasuk rukun wudhu. Sementara itu, membaca doa merupakan amalan yang dianjurkan, bukan pengganti rukun bersuci.
Bacaan sederhana sebelum memulai wudhu adalah:
بِسْمِ اللَّهِ
Bismillāh.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah.”
Dalam tradisi masyarakat juga dikenal bacaan basmalah lengkap:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”
Membaca nama Allah ketika memulai wudhu memiliki dasar dalam riwayat Abu Dawud nomor 101. Namun, ulama berbeda pendapat mengenai kedudukan hukumnya.
Menurut mazhab Syafi'i, membaca basmalah termasuk sunah wudhu, sedangkan sebagian ulama mazhab Hanbali memberikan penekanan hukum lebih kuat.
Baca Juga: Apa Saja yang Membatalkan Wudhu? Penjelasan Lengkap Beserta Contohnya
NU Online, dengan merujuk kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, menyebut sejumlah dzikir yang dapat diamalkan sebelum berwudhu.
Namun, tidak semua rangkaian bacaan tersebut memiliki hadis sahih tersendiri yang menetapkannya sebagai doa khusus sebelum wudhu.
Bagi pembaca yang ingin mengamalkan bacaan sederhana dengan dasar yang jelas, membaca Bismillah sudah memadai sebagai pembuka.
Niat berbeda dari doa sebelum wudhu. Dalam mazhab Syafi'i, niat dilakukan dalam hati ketika mulai membasuh wajah.
Contoh lafal yang dikenal adalah:
نَوَيْتُ الْوُضُوءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitul-wudhū'a li raf‘il-ḥadatsil-ashghari fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Saya berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardhu karena Allah Taala.”
Melafalkan niat bukan syarat sah; yang wajib menurut mazhab tersebut ialah niat dalam hati.
Setelah menyelesaikan seluruh rukun wudhu, dianjurkan membaca syahadat berikut:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Bacaan ini terdapat dalam Sahih Muslim nomor 234b dan merupakan dasar kuat dzikir setelah berwudhu.
Asyhadu allā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.
Artinya:
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”
Bacaan tersebut mengandung pengakuan terhadap keesaan Allah serta kerasulan Nabi Muhammad saw.
Dalam panduan NU Online, dikenal tambahan doa:
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Allāhummaj‘alnī minat-tawwābīna waj‘alnī minal-mutathahhirīn.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri.”
Tambahan ini terdapat dalam riwayat Tirmidzi nomor 55. Namun, Imam Tirmidzi mencatat persoalan pada sanadnya, dan sebagian ahli hadis menilainya lemah.
Karena itu, tambahan tersebut dapat dipahami sebagai permohonan yang baik, tetapi jangan disamakan kekuatan riwayatnya dengan syahadat setelah wudhu dalam Sahih Muslim.
Baca Juga: Praktik Wudhu untuk Guru PAI dan Madrasah dan Contoh Lembar Observasinya
Dalam Sahih Muslim nomor 234a, Rasulullah saw. menerangkan keutamaan menyempurnakan wudhu kemudian membaca syahadat.
Hadis tersebut menyebutkan bahwa delapan pintu surga dibukakan bagi orang yang mengamalkannya, sehingga ia dapat memasuki pintu yang dikehendakinya.
Keutamaan ini mendorong umat Islam menyempurnakan wudhu dan memperbanyak dzikir, bukan hanya menghafal lafal tanpa memahami maknanya.
Menurut mazhab Syafi'i, wudhu tetap sah meskipun seseorang lupa membaca basmalah atau doa setelah wudhu, selama seluruh rukun dan syaratnya terpenuhi.
Jangan mengulangi wudhu hanya karena lupa membaca doa sunah. Periksa kembali apakah niat, basuhan, usapan, dan urutannya sudah benar.
Dalam sebagian kitab fikih terdapat doa ketika membasuh tangan, berkumur, mengusap kepala, dan anggota lainnya.
Namun, tidak semua doa khusus pada setiap gerakan mempunyai landasan hadis sahih. Bacaan tersebut tidak wajib dihafalkan agar wudhu sah.
Utamakan pelaksanaan rukun dengan benar, menggunakan air secukupnya, dan tidak berlebihan.
Boleh. Sahih Muslim nomor 234a juga memuat keutamaan seseorang yang berwudhu dengan baik, kemudian mengerjakan dua rakaat dengan khusyuk.
Amalan ini dikenal sebagai sholat sunah wudhu. Pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan waktu sholat menurut panduan fikih yang diikuti.
Berita paling banyak dibaca dalam 7 hari terakhir